Oleh : Rita Indah Sari

Sumber Foto :urangsambas.blogspot.com

Sumber Foto :urangsambas.blogspot.com

MABMonline.org, Sambas-Anda tentu sudah pernah makan beramai-ramai dalam sebuah acara. Tapi berapa banyak orang yang makan bersama Anda? Di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, ada tradisi makan bersama yang disebut saprahan yang diikuti hingga ribuan orang.

Pada tanggal 27 April ,saya mewawancarai bibi saya yang bernama  melda yang bertempat tinggal di singkawang. Saya mewawancarai tentang makan saprahan budaya melayu, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.
. Namun duduk di tarop ada aturannya. Tamu yang boleh duduk di barisan atau sap paling atas hanya mereka yang sudah bergelar haji, hajjah, atau orang yang berilmu”tutur melda.
Tak hanya itu, pakaian dalam saprahan juga sudah ditentukan. Tiap tamu laki-laki wajib berbusana khas melayu telok belanga, sedangkan tamu perempuan berbaju kurung. Makanan disantap secara berkelompok yang terdiri dari enam orang. Kelompok ini disebut saprah.
Menurut Melda, Biasanya menunya adalah masakan khas melayu Sambas seperti daging masak kecap, sambal udang, selada, atau ayam masak putih.
“Selain di Sambas, tradisi saprahan juga dikenal di wilayah Kalbar lainnya, seperti di Pontianak, Mempawah, dan Ketapang. Namun, di tiap-tiap daerah cara penyajian serta jenis makanannya berbeda. Khusus di Pontianak, makan saprahan hanya digelar untuk perjamuan para kerabat keratin”ujar melda.