Home / Beranda / Malam Ramah Tamah Bupati dan Kafilah FSBM IX

Malam Ramah Tamah Bupati dan Kafilah FSBM IX

Oleh: Gusti Iwan

Ir. Burhanuddin Abdullah
Ir. Burhanuddin A Rasyid (Foto: Iwan)

MABMonline.org, Sambas —  Jum’at (23/8/2013), Bupati Sambas dr.Hj. Juliarti Djuhardi Alwi, M.Ph bersama jajaran Muspida Kabupaten Sambas, DPP MABM Kalbar, anggota DPD RI, Forum Majelis Raja Kalimantan Barat, kafilah dari MABM Kabupaten/Kota, Forum Komunikasi Pemuda Melayu, tokoh Adat Dayak, tokoh Adat Tionghoa, serta tokoh masyarakat Kalimantan Barat lainnya melaksanakan malam ramah tamah di rumah kediaman Bupati Sambas.

Acara dimulai pukul 20.00 Wib, dibuka dengan kata sambutan dari Ketua MABM Sambas Ir.H Burhanuddin A Rasyid.
Burhanuddin dalam kata sambutannya mengatakan “saat ini di Sambas sedang mengalami pengikisan kebudayaan.”
Dikatakan anak-anak Sambas dahulu sangat pandai mengaji, “kalau diberi Al Qur’an,anak-anak pasti mahir membacanya. Sangat berbeda dengan kondisi sekarang.”
Karena itu dengan dukungan Pemerintah Kabupaten, MABM Sambas dan organisai keagamaan mencanangkan program seribu Al Qur’an yang akan dibagikan kepada masyarakat.

Namun di sisi lain, masyarakat Sambas selain itu juga masih mempertahankan adat perkawinan seperti pemakaian Tarub, Saprahan, Manggar dan lainnya sebagai kebanggaan masyarakat Sambas.
“Di Sambas juga memiliki tarian yang sudah sangat sulit di cari pelaku tariannya, diantaranya tari Otar-otar dan tari Jepun Sambas, karena itu diharapakan melalui FSBM IX ini adat, seni dan budaya Melayu tetap dapat dipertahankan.” tambah Ketua MABM Sambas ini.

Bupati Sambas, dr. Hj. Juliarti Djuhardi Alwi, M.Ph (Foto: Iwan)
Bupati Sambas, dr. Hj. Juliarti Djuhardi Alwi, M.Ph (Foto: Iwan)

Sejalan dengan penjelasan Ketua MABM Sambas, Bupati Sambas dr.Hj. Juliarti Djuhardi Alwi, M.Ph dalam kata sambutannya juga menyatakan bahwa pemerintah daerah sangat mendukung program pemberian Al Qur’an bagi masyarakat Sambas. Pemerintah daerah juga serius meningkatkan sumber daya manusia di Kabupaten Sambas, dengan membuat program-program pendidikan dan mendirikan tempat pendidikan. Diantaranya dengan dirancangnya program 1000 Da’i di Sambas disertai dengan peresmian Akademi Dakwah Indonesia (ADI) yang diresmikan oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa.

“Sambas akan menjadi pusat pengajaran agama Islam, akan lahir banyak Da’i baru sebagaimana Sambas pada masa lalu yang banyak memiliki Da’i dan Ulama yang akan menyampaikan dan mengajarkan agama Islam kepada masyarakat,” papar Bupati Sambas. Melalui pengajaran agama, mempertahankan adat dan budayanya, manusia akan menjadi maju.
Perempuan Sambas juga diharapkan turut memberikan peranan dalam pembangunan Sambas, tidak lagi seperti dulu yang hanya diutamakan kepada kaum laki-laki saja. Karena saat ini perbandingan jumlah perempuan dan laki-laki sudah mendekati angka yang sebanding.

Bupati Sambas ini juga menjelaskan bahwa kain tenun Sambas yang merupakan kebanggaan masyarakat telah dikenal sampai ke luar negeri. Lewat pameran yang di bawa oleh ibu Hatta Rajasa ini, kain tenun Sambas sudah merambah ke luar negeri. Bahkan kain tenun ini juga dipakai oleh Ibu Ani Yudhoyono beserta keluarga dalam acara peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia kemarin.
Kain tenun ini juga telah mengukir prestasi yakni dengan dicatat rekor MURI, ada yang dibuat kain tenun terpanjang yakni sepanjang 104 meter.

Penyerahan Cinderamata oleh Bupati (Foto: Iwan)
Penyerahan Cinderamata oleh Bupati (Foto: Iwan)

Acara ini juga dimeriahkan dengan pertunjukan seni tari, nyanyian oleh Ketua MABM Sambas, Bupati Sambas, Raja Sintang dan pembacaan puisi oleh Ketua Umum MABM Kalimantan Barat Chairil Effendy. Selain itu Bupati Sambas juga menyerahkan cinderamata kepada Raja-raja Kalimantan Barat, Ketua Umum MABM Kalimantan Barat dan MABM Kabupaten/Kota.

Check Also

FSBM IX: Hasil Perlombaan

Oleh: Gusti Iwan MABMonline.org, Sambas — Berikut ini hasil dari pertandingan dari lomba-lomba yang diselenggarakan dalam …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *