Home / Jurnalisme Warga / Mandung, Cara Dayak Taman Bersyukur

Mandung, Cara Dayak Taman Bersyukur

Oleh Ghina Ganeta

MABMonline.org, Kapuas Hulu — Kita sering mendengar acara gawai dayak yang merupakan cara bersyukur suku dayak untuk hasil panen yang baik. Namun di Kapuas Hulu Suku Dayak Taman
bersyukur dengan Mandung yaitu menombak puluhan ekor sapi. “Mandung, cara bersyukur di suku kami” ujar Edu (21).

Zaman dulu mandung dilakukan dengan menombak manusia atau budak-budak para bangsawan, tetapi sekarang sudah diganti dengan sapi.

Acara mandung ini tidak seperti gawai dayak yang dilakukan setiap satu tahun sekali. Mandung biasanya diselenggarakan oleh beberapa keluarga yang sangat kaya raya. Karena untuk menyelenggarakan Mandung ini memerlukan biaya yang sangat besar dan memerlukan persiapan yang cukup lama. Bergantung pada kesiapan mental dan materi.

Prosesi Mandung ini biasanya berlangsung selama lima hari. Tetapi memerlukan bersiapan bertahun-tahun. Edu mengatakan “untuk menyelenggarakan Mandung ini diperlukan biaya yang sangat besar, puluhan sapi harus dipersiapkan untuk ditombak dijadikan hidangan bagi para tamu. Persiapannya juga dilakukan beberapa tahun sebelumnya”.

Jika Suku Dayak Taman ini akan mengadakan Mandung, suku ini harus mengundang semua kampung yang masuk di dalam sub Suku Taman ini. artinya ada ribuan orang yang harus diundang dan diberi makan dengan pelayanan terbaik.

Pelayanan terbaik merupakan keharusan dalam Mandung ini karena pelanggaran atau ketidakpuasan dan ketersinggungan para tamu akan berujung pada sanksi moral. Para tamu berhak membalas apabila suatu saat Suku Dayak Taman ada pada posisi sebagai tamu.

Semua orang yang mengikuti prosesi mandung ini harus menggunakan pakaian adat dayak sebagai penghormatan pada yang empunya hajatan. “Semua tamu harus mengenakan pakaiaan adat pada acara ini” kata Edu.

Dentang alat musik beradu dengan tari-tarian menyambut para tamu undangan.
Semua penari berlenggak-lenggok dengan pakaian khasnya. Setelah disuguhi tari-tarian, prosesi selanjutnya pemotongan kayu dengan mandau yang sangat tajam.

Sebelum para tamu naik kerumah panjang atau rumah betang. Kemudian pada acara puncak, ratusan orang Suku Dayak Taman membunuh puluhan ekor sapi yang berada di kandang besar yang tertutup lalu ditombak melalui celah-celah kandang sampai semua sapi-sapi mati. Terdengar pekikan suara sapi yang sangat memilukan. Kandangnya seperti terkena gempa saat sapi-sapi melawan, menendang ketika ditombak dengan ganasnya.

“Setelah sapinya mati semua, sapi-sapi itu dimasak dan dibagi-bagikan kepada para tamu,” terang Edu. Hidangan untuk para tamu dari hari pertama sampai hari kelima harus sama, tidak boleh ada perbedaan.

Prosesi Mandung inilah yang menjadi bentuk rasa syukur dan terima kasih Suku Dayak Taman kepada roh-roh nenek moyang yang telah memberkati hasil panen yang melimpah.

Check Also

Hilangnya Rasa Aman Akibat Pembobolan Kos

Oleh Marlina MABMonline.org, Pontianak–Keresahan yang dialami oleh anak-anak Kos Putri Ananda 2 akibat perampokan yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *