Home / Beranda / Masjid Mujahidin: Rumah Ibadah atau Studio Foto?

Masjid Mujahidin: Rumah Ibadah atau Studio Foto?

oleh Rutin Zulfickhan

Setelah masjid Mujahidin dibangun kembali, muda-mudi ramai berkunjung ke sana.  Sekitar pukul empat sore, mereka mulai meramaikan halaman dan ruangan Masjid kebanggaan masyarakat Kalbar itu. Baik bergerombol maupun individu sibuk mengabadikan berbagai sisi artistik masjid Mujahidin. Tujuan mereka yang utama tak lain adalah sekadar untuk berfoto.

Memang kini Masjid Raya Mujahidin terlihat begitu megah dengan arsitektur yang indah. Ini menjadi penarik tersendiri bagi para pengunjung. Mereka berpendapat bahwa berfoto  di tempat seperti itu merupakan hal yang menarik.

Seperti yang dikatakan oleh seorang pengunjung yang bernama Sumiati (19), “Saya sengaja datang ke sini sekadar mengabadikan momen indah. Saya juga penasaran dengan masjid ini. Tujuan saya ke sini memang untuk berfoto bersama dengan teman,” ujarnya.

Sebagian masyarakat menyayangkan hal tersebut. Karena mereka melihat muda-mudi hanya memanfaatkan masjid sebagai tempat wisata, semacam studio foto, bukannya tempat ibadah.  Ini terlihat kala mendekati azan maghrib, satu persatu remaja tersebut menghilang dari lingkungan masjid. Bukannya menyempatkan untuk shalat berjamaah. Meski tidak semua muda-mudi seperti itu, terbukti ada segelintir yang menyempatkan diri untuk beribadah.

Baca juga: Enaknya Makan Sotong Pangkong

Deni, seorang remaja Masjid Mujahidin berkomentar bahwa, “Saya senang dengan kunjungan kawan-kawan ke mesjid ini. Kami pun senang melihat rumah Allah ini diramaikan. Tapi, saya merasa kurang setuju dengan kawan-kawan yang hanya memanfaatkan ruangan masjid ini hanya sebagai foto profil facebook mereka. Alangkah lebih bermanfaat jika mereka menyempatkan sholat maghrib berjamaah. Karena yang sering saya lihat, kalau sudah dekat waktu maghrib mereka sebagian besar pulang,” curhatnya.

Pengurus masjid juga senantiasa menghimbau masyarakat, baik itu orang tua maupun pemuda, untuk sholat berjamaah dan mengikuti kajian-kajian keagamaan yang rutin dilaksanakan ba’da maghrib dan isya.

Check Also

Cornelis Harap Kafilah Kalbar Catat Prestasi di Tingkat Nasional

Tepat pukul delapan, Bupati Kubu Raya menyampaikan sambutannya. Samar-samar, Rusman Ali mengucapkan terima kasih atas …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *