Home / Jurnalisme Warga / Berwisata Budaya di Taman Nasional Danau Sentarum

Berwisata Budaya di Taman Nasional Danau Sentarum

Oleh Rianti Pratiwi

Pontianak–Wisata berbasis budaya adalah salah satu jenis kegiatan pariwisata yang menggunakan kebudayaan sebagai objeknya. Pariwisata jenis ini dibedakan dari minat-minat khusus lain, seperti wisata alam, dan wisata petualangan

keindahan taman nasional danau sentarum
foto: indonesia.tavel

Salah satu tempat pariwisata yang ada di Kalimantan Barat, yaitu Taman Nasional Danau Sentarum. Sebuah danau yang menjadi sumber air Sungai Kapuas menjulur sepanjang 1.143 kilometer dan mengambang di antara gunung-gunung menjulang setinggi 750 meter. Menempuhnya harus menyusuri sungai sejauh 700 kilometer dari Pontianak dan beberapa riam memaksa untuk mendorong long boat yang membelah air Kapuas yang kecoklatan. Luasnya membentang di Kalimantan Barat dan fungsinya yang vital bagi kehidupan di sepanjang jalur sungai yang mengalir menjadikan taman nasional ini diakui sebagai salah satu situs Ramsar, sebuah perjanjian internasional yang melindungi daerah konservasi air terpenting dunia. Sebelum tahun 1999, status taman nasional ini belum lahir. Bahkan proses kelahirannya harus melalui proses panjang, hingga tahun 2006, barulah operasionalisasi taman nasional ini betul-betul berjalan.

Pak Rustam salah seorang yang mengenal tempat wisata Danau Sentarum menjelaskan, Taman Nasional Danau Sentarum menjadi destinasi wisata internasional di mana keindahannya mewarnai foto-foto perjalanan para petualang dunia. Saat pasang, kedalamannya mencapai 6 hingga 8 meter, airnya menjadi coklat kemerahan akibat bahan asam tannin dari pohon dan daun yang membusuk di dalam air. Fungsinya sungguh banyak, bagi kehidupan flora dan fauna, juga bagi manusia.

Selanjutnya menurut Pak Surahman, saat surut, danau ini hanya menyisakan beberapa titik air sebagai sumber hidup bagi makhluk-makhluk yang bersembunyi di balik semak belukar taman nasional ini. Kapuas pun tak selamanya besar saat danau ini tak menyisakan tabungan airnya. Maka penting sekali menjaga kelestarian danau ini bagi keberlangsungan mahluk hidup di danau, di ujung sungai, dan segala sesuatu di antaranya.

Banyak terdapat satwa, tumbuhan khas serta satwa unik dari daerah Danau Sentarum, salah satunya ikan arwana. Taman Nasional Danau Sentarum benar-benar taman nasional yang banyak disentuh. Masih banyak kekayaan alam yang tersembunyi di taman nasional tersebut, sungguh taman nasional yang masih menawan. Juga tak hanya sekedar alamnya yang menawan, budayanya pun akan mengajak kita merasakan  untuk hidup sementara di dunia dongeng tentang Kalimantan yang menantang, jelas Syamsudin.

Maka ajaklah rekan atau kerabat untuk mengunjungi wisata budaya yang masih indah dan banyak tersimpan kekayaan di dalamnya, yaitu dengan mengunjungi taman nasional Danau Sentarum. Dengan berwisata ke Danau Sentarum kita bisa melestarikan wisata budaya kita sendiri dengan melihat betapa masih banyaknya kekayaan alam yang ada di Kalimantan Barat. Dengan berwisata budaya kita bisa melestarikan kebudayaan dengan ikut peduli atau keikutsertaan dengan melihat betapa indahnya budaya kita sendiri.  Pelestarian budaya harus berupa pelestarian cara hidup masyarakat  kita sendiri sehingga generasi mendatang masih dapat menghidupi dan menjalani nilai-nilai yang ada dalam sebuah budaya.

Berpariwisata ke Danau Sentarum bisa dikatakan memperkuat pandangan kita tentang kebudayaan dan dengan mengunjunginya merupakan salah satu cara kita untuk melestarikan kebudayaan yang ada di Kalimantan Barat, ujar Dayang salah satu warga asal Nanga Bunut  yang pernah mengunjungi Taman Wisata Danau Sentarum.

Check Also

Penulis Muda, Rohani Syawaliyah

Oleh Hira Wahyuni MABMonline.org, Pontianak — Rohani Syawaliah, seorang sastrawan yang berasal dari Jawai, Sambas, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *