Home / Opini / Membaca Harus Jadi Kebutuhan Utama

Membaca Harus Jadi Kebutuhan Utama

Penulis Sabhan Rasyid

MABMonline.org, Pontianak– Pada hakikatnya manusia diciptakan Tuhan memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Pemerolehan kemampuan tersebut tentunya melalui tahapan-tahapan yang berproses. Dalam pemerolehan bahasa misalnya, manusia akan melalui tahap menyimak, berbicara, membaca, dan menulis sebagai sebuah rangkaian yang hierarkis. Pemerolehan tersebut ada yang terjadi secara alamiah dan ada yang membutuhkan perencanaan dan pelaksanaan yang terstruktur.

Membaca sebagai satu di antara fase pemerolehan bahasa dan informasi tentu memiliki kebermanfaatan yang sangat baik bagi manusia. Membaca akan membuat manusia menjadi pribadi yang memiliki wawasan luas dan merata. Manfaat lain dari membaca adalah manusia tidak akan memerlukan pengorbanan yang begitu banyak untuk mendapatkan sebuah pengalaman  yang hampir mendekati nyata.

Harry S. Truman, seorang mantan Presiden Amerika Serikat mengatakan bahwa tidak setiap kutu buku adalah pemimpin, namun setiap pemimpin pasti kutu buku. Pernyataan mantan Presiden ke-33 Amerika Serikat tersebut bisa diambil sebuah pelajaran bahwa seorang yang telah menjadi pemimpin pun masih saja menjadi orang yang gemar membaca, apalagi kita yang masih bercita-cita menjadi pemimpin.
Tidak ada orang pintar yang menjadi pintar tanpa membaca. Saya memiliki seorang dosen yang sangat kutu buku. Sangat mudah berdiskusi dengan dosen tersebut karena hampir semua hal ia ketahui lewat membaca. Kebutuhan manusia akan informasi seharusnya dapat memaksa manusia itu untuk terus bisa meluangkan waktu untuk membaca sebagai cara menambah informasi.

Membaca di zaman globalisasi ini tidaklah lagi bersifat kaku. Manusia dapat memanfaatkan media-media cetak, elektronik, kain rentang, bahkan info-info dari leaflet yang sering disebarkan di jalanan. Keberadaan sarana untuk membaca tersebut haruslah dapat dimanfaatkan secara maksimum untuk mendapatkan sebuah pengetahuan yang luas.

Sejarah membuktikan bahwa penulis yang baik pasti merupakan pembaca yang baik pula. Kebiasaan membaca yang baik akan membawa manusia untuk menjadi penulis sejati yang berkualitas. Membaca juga mengajarkan kita untuk jujur dalam memaknai setiap kata yang kita hadapi sehingga ketika menulis, kita juga akan menjadi penulis yang jujur dan bermartabat.

Check Also

CSR Bukan Sekedar Sedekah

Oleh: Ismail Ruslan Pada tulisan terdahulu, saya sudah mengdeskripsikan pentingnya Perda tentang CSR (Corporate Social …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *