Menemukan Jati Diri sebagai Orang Melayu

Majelis Adat Budaya Melayu Kalimantan Barat (MABMKB) menjadi ikon masyarakat Melayu yang ada di Kalbar. Dalam catatan sejarah, budaya Melayu telah menorehkan perubahan dan catatan besar terhadap perkembangan Kalimantan, seiring dengan maraknya kerajaan-kerajaan Melayu sepanjang perairan di pulau Kalimantan.

Tidak bisa dipungkiri kebudayaan orang Kalimantan menjadi lebih maju dari sebelumnya, tentunya dengan misi dakwah Islam yang rahmatan lil’alamin. Terbukti hampir semua daerah kabupaten baru di Kalbar adalah bekas wilayah kerajaan Melayu, seperti Kabupaten Landak, Kabupaten Sanggau, Kabupaten Putusibau, Kabupaten Sintang, Mempawah, Sambas, Melawi, dsb.

Catatan ini penting untuk mengingat kembali betapa perjuangan leluhur adalah perjuangan yang luar biasa:┬áMengubah masyarakat Jahiliah menjadi masyarakat yang tunduk dengan syariat”.

Dalam perjalanan kekinian, justru masyarakat Melayu mengalami kemunduran dalam budaya dan politik, sosial, politik, ekonomi dan budaya.

Apa yg melatarbelakangi kemunduran ini? Mestinya masyarakat Melayu bisa mencerna dan mengevaluasi dengan baik perjalanan mundur ini.

Sejauh saya memandang, masyarakat Melayu Kalbar tidak pernah mencoba untuk kembali bersemangat dalam memegang teguh syariat Islam, syariat yang pernah mengantarkan kejayaan kekuasaan politik di seluruh Kalimantan.

Jangankan syariat, budaya dan seni melayu tidak berkembang di bumi Khatulistiwa ini, semua terasa monoton menjadi follower seni melayu dari perairan Riau. Melayu Kalbar belum menemukan jati diri yang sesungguhnya.

Kehadiran budaya, terbentuk dari pemahaman yang kuat terhadap apa yang dipegangnya termasuk keyakinannya untuk berislam dengan kaffah. Alhamdulilah saya masih melihat budaya masyarakat Sambas yang sangat beda dengan Melayu di tempat lain.

Yang menjadi poin kebangkitan masyarakat melayu adalah harga emas yang harus dicapai dengan berupaya mewujudkan masyarakat yang islami, masyarakat dengan cita2 tinggi menerapkan syariat islam. Karena islam tidak sebatas pada NTCR (Nikah, Talak, Cerai, Rujuk). tetapi islam adalah bagian dalam setiap tarikan nafas, dan terimplementasikan kedalam hukum kehidupan.

MABM, Majelis Adat Budaya Melayu menjadi belum lengkap rasanya tanpa menyertakan atribut “Syariah” di dalamnya.┬áMaka untuk menjadi bahan diskusi, MABM akan gagah tatkala mampu mengenalkan syariat Islam kepada masyarakat.

Choirul Anam
Perantau dari seberang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *