Home / Jurnalisme Warga / Nikmatnya Bubur Pedas

Nikmatnya Bubur Pedas

Oleh Rolah Sri Rejeki Situmorang

MABMonline.org, Pontianak — Pontianak adalah salah satu kota di propinsi Kalimantan Barat. Pontianak dihuni oleh berbagai etnis, baik itu penduduk asli Pontianak maupun pendatang. Sehingga tidak heran jika kita akan menemui banyak ragam suku di kota ini.

Beranjak dari ragam suku, hal ini mempengaruhi kebiasaan penduduk kota. Misalnya saja, wisata kuliner. Saat ini, kita dapat menjumpai bermacam-macam kuliner di kota Pontianak, baik itu masakan khas Padang, Batak, bahkan Toraja. Namun di balik itu semua, masakan khas atau wisata kuliner khas Pontianak juga tidak kalah saing. Misalnya, Sotong Pangkong, Bubur Pedas, Kwee Cap, Lemang, dan masih banyak lainnya. Dan tentunya, kuliner ini menawarkan sensasi yang berbeda bagi penikmatnya.

Sabtu, 27 April, lelah berputar-putar mencari warung Sotong Pangkong, namun saya tidak menemukannya. Katanya, Sotong Pangkong ramai dijual saat Ramadhan. Kali ini saya berada di Sungai Raya, tepatnya di warung kecil bu Fatimah. Saya ingin menikmati satu di antara beberapa kuliner khas yang saya sebut di atas, yaitu Bubur Pedas. Tidak ada sotong pangkong, bubur pedas pun jadi. Mendengar namanya, tentu saja kita sudah dapat membayangkannya secara sederhana, yaitu semangkok bubur dengan aroma yang menggoda dan rasa pedas yang pas dan mantap, “Hmmm… saya jadi tidak sabar ingin menyantapnya.”

Bubur pedas ini dapat kita jumpai di beberapa  tempat di Pontianak. Ini adalah makan khas masyarakat Sambas di kota Pontianak. Bubur pedas ini diolah dengan sedemikian rupa, yaitu beras yang telah dihaluskan dan dijadikan bubur digabungkan dengan bermacam sayuran, misalnya daun ubi, kangkung, pakis, daun kencur, kacang panjang, touge dan beberapa sayuran lainnya, ditambah dengan kacang tanah yang digoreng dan ditaburi ikan teri atau udang ebi yang digoreng kering. Tentunya, sarat gizi.

Ternyata cara membuat Bubur Pedas tidak terlalu sulit. Pertama-tama kita cuci beras, lalu tiriskan kemudian disangrai sampai kuning, setelah agak kuning masukkan merica, jinten, adas manis, ketumbar lalu disangrai lagi sampai matang. Sementara itu, kelapa parut disangrai sampai kuning, dihaluskan. Daging dicuci bersih kemudian rebus setengah matang, setelah itu masukkan beras yang telah disangrai dengan bumbu-bumbu, tambahkan air sampai beras menjadi bubur. Panaskan mentega, tumis bawang merah dan bawang putih sampai harumnya tersebar hingga ke rongga hidung,  kemudian masukkan ke dalam bubur. Setelah itu, masukkan ubi yang telah dipotong-potong kecil, masak bersama bubur. Nah, yang terakhir masukkan sayuran ke dalam bubur lalu aduk lagi sampai sayuran matang. Hidangkan panas-panas. Taburi teri atau udang ebi dan kerupuk, tambahkan sambal, jeruk dan kecap manis. Bubur Pedas siap dinikmati.

Mantap!

Check Also

Titik Nol Kilometer Indonesia: Pulau Weh?

Oleh Edi Yanto MABMonline.org, NAD —Dengan potensi bahari yang maha indah, Pulau Weh juga menarik …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *