Home / Beranda / Malam Budaya Berlangsung Meriah dan Merakyat

Malam Budaya Berlangsung Meriah dan Merakyat

Oleh Asmirizani

MABMonline.org, Pontianak – Malam budaya “Seni cemerlang-Melayu gemilang” berlangsung meriah pada Jumat malam (6/12) di gedung Balairung Rumah Melayu. Para penonton yang ingin menyaksikan pagelaran malam budaya “Seni Cemerlang-Melayu Gemilang” memenuhi Rumah Melayu. Penonton dan para undangan duduk menghadap panggung utama. Penonton hadir dari berbagai kalangan, ada anak-anak, pelajar, mahasiswa, birokrat, beserta tamu undangan dan pengurus MABM.

Di luar ruangan Balairungsari penonton juga memenuhi kursi yang disiapkan panitia. Kursi-kursi yang tersusun rapi menghadap dinding berlayar pancaran dari proyektor. Pengunjung disuguhi dengan dua layar besar di kiri dan kanan. Mereka menyaksikan pagelaran dari luar melalui proyektor. Meski tak bisa masuk ke dalam ruangan, mereka tetap dapat menyaksikan pagelaran seni cemerlang lewat layar lebar.

Ketua harian memberikan kata sambutan di pagelaran malam budaya
Ketua harian memberikan kata sambutan di pagelaran malam budaya (Foto Gusti Iwan)

Acara mulai pukul delapan. Pembawa acara membuka acara dengan bersemangat diselingi dengan canda gurau. Acara dibuka dengan pembacaan doa dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Selanjutnya H. Khasmir Bafiroes yang merupakan ketua harian MABM Kalimantan Barat menyampaikan kata sambutan. Beliau mengajak masyarakat melestarikan dan tetap menjunjung tinggi budaya, “Masyarakat seharusnya menggali, melestarikan, dan mengembangkan budaya Melayu yang belakangan ini mulai tergerus oleh era modernisasi,  sehingga banyak kita lihat dan kita rasakan di masyarakat seperti kehilangan jati diri dan lupa dengan budaya bangsanya.”

Beliaupun menghimbau pada masyarakat Melayu untuk menjunjung adat dan budaya, “Mulai sekarang, kita semua, mari kita junjung tinggi budaya kita, budaya Melayu, cintai dan hargai budaya kita, karena budaya merupakan karakter suatu bangsa,” ujar beliau lebih lanjut.

Sambutan juga disampaikan Yusri Zainudin, kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Beliau menghimbau pada masyarakat untuk melestarikan budaya. “Kami mengapresiasi dan menyambut baik acara ini. Sebagai warga yang mempunyai budaya, wajib menjaga dan melestarikan budaya di Kalimantan Barat.”

Penonton berantusias menyaksikan pagelaran seni cemerlang (Foto Gusti Iwan)

Beliau mengatakan bahwa budaya sebagai nilai jual yang menguntungkan masyarakat sekitar. “Budaya daerah dapat dijadikan sebagai nilai jual sehingga masyarakat dapat mengambil keuntungan untuk kesejahteraan dari nilai jual budaya yang diadakan.” Ungkap Yusri lanjut.

Pada malam budaya pagelaran seni cemerlang menampilkan tarian dari sanggar Andari yang dikomandoi penari senior Kalbar, Kusmindari Triwati. Penari membawakan tarian kipas dan tarian Lengak-lengok Nak Dare. Penonton memandang tanpa berkedip, seolah terhipnotis pada gerakan gemulai para penari Melayu. Kipas menjadi sentral gerakan tari yang dibawakan. Sungguh suguhan yang indah, para penari mampu merangkai gerakan tari dengan harmonisasi yang terjaga hingga akhir.

Setelah tarian usai, kelompok teater Mendu mulai memerankan teater tradisional mendu yang berjudul “Sekumtum Bunga Serai” yang disutradari oleh H. Satarudin Ramli. Penonton pun terhanyut dalam kesedihan, kegembiraan, dan gelak tawa saat menyaksikan penampilan teater mendu. Sesekali penonton bertepuk tangan yang seolah mengguncang Rumah melayu.

Check Also

Pandangan Hidup Melayu

Setiap masyarakat pasti memiliki pandangan hidupnya  sendiri-sendiri, tidak terkecuali masyarakat Melayu. Melayu sebagai sebuah  identitas …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *