Home / headline / Pakar Dialektologi Asal Amerika Berbagi Ilmu di MABM

Pakar Dialektologi Asal Amerika Berbagi Ilmu di MABM

Karl Anderbeck saat memaparkan materi kepada peserta (foto: Gusti Iwan)
Karl Anderbeck saat memaparkan materi kepada peserta (foto: Gusti Iwan)

Oleh Sabhan Rasyid

MABMonline.org— Seminar Bulanan Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) digelar kemarin, Kamis (4/9). Seminar kali ini mengangkat tema “Bahasa dan Kearifan Lokal di Lembah Sungai Melawi”. Pemateri yang secara khusus memaparkan hasil penelitiannya, yaitu Karl Anderbeck seorang mahasiswa Universitas Kebangsaan Malaysia asal Amerika yang telah melaksanakan penelitian di Lembah Sungai Melawi.

Seminar Bulanan yang dibuka langsung  oleh AR. Muzammil mewakili Ketum MABMKB ini dihadiri oleh peserta dari Balai Bahasa Kalbar, PPKM Untan, serta rekan penulis dari IAIN Pontianak. Acara berlangsung dari pukul 09.00 sampai 11.00.

Karl memaparkan fakta-fakta linguistik yang ditemukannya di Lembahan Sungai Melawi. Penelitian terhadap rumpun bahasa Malayik yang dilakukannya ini merupakan studi tentang dialek bahasa di daerah lembah Sungai Melawi. “Terdapat sekitar 20 kelompok etnis di sepanjang lembahan Sungai Melawi,” papar Karl. Karl juga menyampaikan bahwa dialek di Lembahan Sungai Melawi memiliki hal yang menarik karena adanya kontak antara suku Melayu dan Dayak dari daerah Barito (Uud Danum).

Dalam presentasinya, Karl menyampaikan beberapa konsep penelitian dialektologi secara sekilas serta metode pengambilan data kepada para peserta seminar. Karl mengungkapkan tentang leksikostatistik dan fonostatistik yang merupakan jalan pintas untuk melakukan penelitian dialektologi terhadap suatu bahasa. Fonostatistik merupakan langkah analisis untuk penelitian linguistik bandingan (comparative linguistic) dengan cara menghitung bunyi-bunyi bahasa yang dianggap mirip. Sedangkan, leksikostatistik adalah penghitungan kosakata yang sama dari berbagai bahasa yang diteliti.

Seminar yang diadakan di balai kerja DPP MABMKB tersebut diakhiri dengan sesi tanya jawab dari beberapa peserta. Para peserta menanyakan terkait pelaksanaan Tes Teks Rekaman (TTR) yang dipaparkan Karl dalam presentasinya. Karl menjelaskan bahwa pelaksanaan TTR merupakan cara untuk memetakan lekt-lekt yang dipahami atau tidak oleh masyarakat di wilayah tertentu. Secara teknis Karl menyampaikan syarat-syarat cerita yang bisa digunakan dalam kegiatan TTR. “Dalam TTR gunakan cerita yang tidak diketahui secara umum, jangan menggunakan kata yang terlalu teknis, serta gunakan cerita pengalaman seseorang bukan cerita yang popular,” jawab Karl.

Check Also

Memperkenalkan Upacara Adat Melayu dari Setiap Daerah di Ekshibisi Adat

mabmonline.org , Sekadau – Ekshibisi upacara adat Melayu yang diikuti enam kontingen telah terlaksana di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *