Home / Ekonomi / Pasar Kemuning Tidak Kumuh Lagi

Pasar Kemuning Tidak Kumuh Lagi

Oleh Dwi Setiawan

pasar kemuning2MABMonline.org, Pontianak — Pasar Kemuning Pontianak sudah meninggalkan kesan kumuh setelah penyelesaian renovasi pasar tersebut. Pasar yang terletak di jalan Prof M. Yamin KotaBaru tersebut sekarang tampak lebih bersih dan rapi dari sebelum direnovasi yang tampak kumuh dan kotor. Dengan banyaknya perubahan yang dilakukan, seperti renovasi lapak-lapak pedagang yang dulunya terbuat dari kayu kini diganti dengan keramik, dan saluran pembuangan air yang lebih baik, menjadikan pasar tersebut terasa lebih bersih dari sebelumnya. Menurut salah satu pelanggan di pasar tersebut, Turmiyati, mengatakan “Setelah renovasi sih pasarnya lebih bersih ya, kita belanjanya pun tidak seperti dulu lagi. Baunya gak tahan, kita jadi kadang-kadang males mau ke pasar.”

Menurut pedagang sayur di sana, Ibu Halijah, mengatakan, “Iya, pasar sekarang lebih bersih dari yang dulu. Kalau dulu kan kalau ujan pasti becek, jadi baunya ndak sedap. Jadi juga pengaruh ke dagangan kita.” Hal tersebut juga diungakapakan penjual kembang tahu di depan pasar tersebut, Ramlan mengatakan bahwa dulu sebelum renovasi, pasarnya kotor, apalagi bangunan pasar dibuat pakai kayu. Ditambah usia pasar yang udah lama, jadi makin kumuh. Sekarang mendinganlah bentuk pasarnya.
Saat ditanya mengenai omset dagangan, mereka para pedagang mengaku tidak terlalu untung atau rugi, karena menurut mereka sama saja sebelum dengan sesudah renovasi. “Yah kita sih untungnya paling segitu-segitu, kecuali hari sabtu— minggu itu baru ramai.” Menurut seorang penjual ikan, Achong. Dia menambahkan, “Keuntungan sih sama aja, kecuali waktu baru-baru dibuka setelah renovasi, itu baru bener-bener ramai. Mungkin faktor pasar baru kali ya.”

Selain pasar yang terlihat lebih bersih dan tidak kumuh, pasar ini juga sudah dibangun dengan tingkat dua. Tetapi, lantai dua tersebutterlihat kosong, tidak satupun pedagang yang berjualan di atas. Hanya terlihat kursi dan meja kayu yang terdapat di situ. Saat ingin meminta konfirmasi dari pengelola pasar, yang bersangkutan sedang tidak berada di tempat. Menurut pedagang, sebenarnya dulu ada yang mengisi, sekarang tidak ada lagi. Seperti pedagang penjual baju, aksesoris, dan lainya. “Sebenarnya dulu ada yang jualan di atas, sekarang udah tidak jualan lagi. Mungkin biaya sewanya mahal, juga jarang ada yang mau belanja baju di pasar ini,” kata Nuriyati seorang pedagang sayur.

Check Also

Budaya Korea “Meledak” di Indonesia

Oleh : Ahmad Yani MABMonline.org, Pontianak — Pada era globalisasi saat ini faktor budaya merupakan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *