Home / Beranda / Pawai Budaya Ramaikan Perhelatan Tamadun Melayu

Pawai Budaya Ramaikan Perhelatan Tamadun Melayu

MABM Kalbar Tampilkan Rumpun Melayu yang Akrab dan Damai

Oleh: Gusti Iwan

MABMonline.org, Tanjungpinang — Perhelatan Tamadun Melayu I, Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) yang digelar Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau Jumat, 27 September 2013 di Gedung Daerah Rumah Dinas kediaman Gubernur Kepulauan Riau berlangsung meriah dan khidmat. Acara pembukaan dilanjutkan dengan menampilkan pawai budaya 3 negara Asia Tenggara dan 14 provinsi dan 7 kabupaten/kota dari Kepulauan Riau sebagai tuan rumah.

Pawai ini merupakan sebagai atraksi persembahan budaya Melayu di hadapan Wapres Boediono, Mendagri, Mendikbud, Presiden DMDI, dan tamu-tamu kehormatan dari seluruh penjuru Nusantara yang mengikuti acara peresmian Perhelatan Tamadun Melayu I di Tanjungpinang. Rombongan pawai budaya ini melintas dan mempertunjukkan tamadun lokal negeri-negeri Melayu Nusantara.

Rombongan pertama berasal dari Malaysia dengan membawa rombongan dari Negeri Melaka, Negeri Kedah, Pulau Penang, Johor Bahru, Negeri Kelantan, dan Selangor Darul Ehsan. Rombongan kedua diikuti dengan pawai budaya dari Singapura yang menampilkan pawai dengan mengusung tema “Budaya Singapura”. Rombongan ketiga dari Thailand, Patani yang mengusung tema bersemangat melestarikan Melayu di Thailand. Walaupun, rombongan budaya dari Thailand hanya terdiri atas 2 orang tetapi mereka tampak bersemangat megikuti pawai budaya.

Selanjutnya pawai budaya 14 Provinsi yang dimulai dari Nangroe Aceh Darussalam menampilkan pawai budaya nelayan dan pesisr sebagai wujud semangat kerja keras. Sumatera Utara menampilkan budaya teriakan ahoi-ahoi sebagai simbolisme mengajak bergotong-royong panen padi dan ajang pesta panen yang membuat berkumpulnya muda-mudi untuk mencari jodoh. Sumatera Barat menampilkan penjemputan lelaki ke rumah perempuan. Riau menampilkan pertunjukan Melayu agung, kembali ke puncak. Sumatera Selatan menampilkan kesenian dul muluk.

Rombongan MABM Kalbar menampilkan pawai budaya dengan mengusung tema Sungai Kapuas dengan rumpun Melayu yang akrab dan damai. Kalimantan Selatan menampilkan kesenian Mamanda dengan iringan lagu ampar-ampar pisang. Sulawesi Barat menampilkan perkawinan masyarakat Mamuju.

Jambi memperkenalkan permainan rakyat lukah gilo. Permainan rakyat yang semulanya ritual magis khas adat pada masyarakat Jambi sekarang menjadi permainan rakyat yang umum dimainkan. Bangka Belitung menampilkan permainan rakyat sehabis panen lada dengan iringan musik gambus.

DKI Jakarta menampilkan pawai budaya Betawi untuk Jakarta baru. Mpok Nori dan Mastur adiknya Mandra tampil sebagai ikon Betawi. Mastur dan Mpok Nori bersilat dengan iringan tari dan musik tanjidor khas Betawi.

Tujuh kabupaten dan kota Kepulau Riau menampilkan peserta pawai budaya dalam prosesi perkawinan, tarian basibah-sibah, dan makyong. Dalam pawai budaya ini Kepri juga menampilkan pawai kebesaran mengarak Raja Melayu. Ritual ini terakhir diadakan pada tahun 1985 di Pulau Penyengat. Mengarak Raja Melayu merupakan simbol kebesaran Kerajaan Riau, Lingga, Johor, dan Pahang. Auman magis dan tembakan meriam membuat penonton bergidik. Hal ini diikuti dengan iringan vokal yang membahana pembawa acara dalam membacakan Gurindam XII. Pertunjukkan budaya ini menampilkan sosok Raja Ali Haji sebagai pahlawan nasional bidang bahasa dan Raja Ahmad sebagai pahlawan Melayu yang menentang Belanda. Penonton tampak terpukau dan tersihir oleh pertunjukkan budaya ini. “Bergidik saya mendengarnya Bang,” seru Syahrani penonton yang antusias menyaksikan pawai budaya ini.

Check Also

Sultan Hamid II, Sang Perancang Lambang Negara yang Terlupakan

Oleh: Nur Iskandar Tepat di hari Kartini, (21/4), Seminar Nasional Meluruskan Sejarah Sultan Hamid Sebagai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *