Home / Ekonomi / Pedagang: Ayam Potong Flamboyan Tidak Berformalin

Pedagang: Ayam Potong Flamboyan Tidak Berformalin

Oleh Siti Munawwarah

ayam flamboyanMABMonline.org, Pontianak — Maraknya pemberitaan mengenai kecurangan pedagang ayam
potong cukup meresahkan masyarakat. Mulai dari yang berformalin hingga disuntik air
ataupun ayam bangkai yang biasa disebut ayam tiren (mati kemaren). Siang, (14/3) satu di
antara pedagang ayam potong di pasar Flamboyan mengungkapkan kesaksiannya. “Tidak ada
pedagang ayam potong di Pontianak yang melakukan hal curang seperti itu”, ungkap Sukarno
(45 tahun). Pedagang yang sudah 20 tahun berjualan ayam potong di pasar Flamboyan ini
mengungkapkan bahwa tidak ada yang berani berbuat curang seperti itu. “Pernah ada
pedagang nakal seperti itu, menyuntik ayam agar terlihat segar namun hanya sekali, setelah
itu tidak pernah lagi”, jelasnya.

Sukarno mendapatkan stok ayam dari beberapa agen yang tersebar di Pal V dan
kebanyakan di Sungai Ambawang. “Saya mengambil ayam itu dari agen kedua bukan dari
kandangnya langsung”, sambungnya. Sukarno benar-benar menjaga kualitas dagangannya.
Setelah mengambil ayam dari agen, pemotongan langsung dilakukan sendiri dan dijual pada
pukul 03.00-04.00 dini hari hingga siang pukul 12.00. “Ya, saya bukanya jam 3 sampai jam 4
subuh setelah dapat ayam dari agen, siang saya tutup, ayam-ayam yang masih tersisa
langsung ditaruh di kotak es biar tidak busuk”, ungkapnya. Sukarno pun mengungkapkan
bahwa dagangannya ini laku hingga 30 ekor per hari dan 50 pada sabtu dan minggu sebelum
dipindahkan dari pasar yang lama. “Kalau masih di pasar lama, sehari-hari bisa jual 50an dan
lebih banyak lagi pada hari sabtu dan minggu.”
Ia menambahkan “Kalau di Kalimantan itu khususnya di Pontianak tidak ada kasus
seperti di Jawa sana, tidak ada lah di sini seperti itu.”
Memang ada perbedaan antara ayam suntikan atau berformalin dengan ayam segar yang tidak beri apa-apa. Sukarno menjelaskan, “Kalau ayam diformalin itu tidak mungkin ada lalat berkerumun, yang disuntik juga pasti kelihatan banyak mengandung air.”

Memang jika dilihat ayam-ayam yang dijual di pasar Flamboyan tidak ada yang mencurigakan. Banyaknya lalat yang hinggap serta kondisi daging ayam yang tidak mengandung air. Tidak heran jika Sukarno memiliki langganan restoran-restoran di kota Pontianak. “Bagian-bagian dalam ayam seperti hati, kaki, dan kepala ini untuk restoran, restoran yang biasa berlangganan itu dari restoran-restoran di jalan Gajah Mada,” tuturnya.

Dari pengakuan salah satu distributor ayam potong ini sepertinya memang tidak ada kecurangan dalam penjualan ayamnya. Ibu Kholis yang biasa berbelanja di Flamboyan juga mengamini pernyataan Sukarno tadi. “Ya, memang ayam-ayam di sini tidak pernah saya temui ada hal-hal yang aneh, ayamnya normal seperti habis dipotong tercium dari aroma dan lalat yang banyak mengerubuninya.”

Check Also

Budaya Korea “Meledak” di Indonesia

Oleh : Ahmad Yani MABMonline.org, Pontianak — Pada era globalisasi saat ini faktor budaya merupakan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *