Home / Jurnalisme Warga / Pedagang Nantikan Flamboyan Baru

Pedagang Nantikan Flamboyan Baru

Oleh Yudistira YardhanaNew Picture (10)

MABMonline.org, Pontianak- Pasar Flamboyan yang masih dalam tahap pembangunan menjadi objek penantian bagi para pedagang yang kini masih menempati lahan kosong di jalan Veteran, Kamis, (21/3). Menurut satu di antara pedagang, semenjak pindah di tempat tersebut sangat berdampak pada turunnya minat beli masyarakat sehingga pendapatan pun turun drastis.

Pasar sementara yang dibangun oleh Pemkot Potianak, belum sepenuhnya memberikan solusi bagi sebagian pedagang pasar Flamboyan. Para pedagang mengeluh dengan kondisi  pasar yang kian sepi pembeli dan pendapatan mereka turun dari biasanya. Menurut Sukarno (45), satu di antara penyebabnya ialah tempat tersebut relatif baru dan belum banyak yang mengetahui keberadaannya. “Sebenarnya tempat di sini lumayan bagus, saya tidak tahu pasti mengapa di sini sepi pembelinya. Mungkin dikarenakan tempat ini masih baru, jadi belum banyak yang tahu. Tapi, sudah dua bulan lebih kami berjualan di sini, ya keadaannya tetap seperti ini” ujar bapak yang menjual daging ayam ini. Adapun hal lain yang menurutnya berdampak pada sepinya pembeli, yaitu tidak semua pedagang Flamboyan pindah sehingga sebagian pembeli tetap berbelanja di pasar yang kini masih dalam tahap pembangunan itu.

Lebih lanjut ia menjelaskan, ketika masih berdagang di pasar Flamboyan Ia dapat menjual 40 hingga 50 ekor ayam per harinya. Namun, semenjak pindah dari sana paling banyak  ia mampu menjual 30 ekor ayam saja. “Untuk menjual 50-60 ekor ayam hanya pada hari-hari tertentu, yakni Sabtu dan Minggu, itupun sudah maksimal” tambahnya. Ketika ditanya perihal harga, beliau menerangkan khususnya harga daging ayam tidak jauh berbeda dengan harga pasar sebelumnya.

Menanggapi hal tersebut, bapak yang berjualan ayam sejak dua puluh tahun yang lalu ini berharap agar pembagunan pasar Flamboyan secepatnya selesai. Dengan adanya pasar Flamboyan yang baru nantinya dapat membawa dampak yang positif dan memberi harapan baru. Sehingga, ia dan pedagang-pedagang lainnya tidak mengalami kerugian yang berlarut-larut. YY

 

Check Also

Budaya Korea “Meledak” di Indonesia

Oleh : Ahmad Yani MABMonline.org, Pontianak — Pada era globalisasi saat ini faktor budaya merupakan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *