Home / Beranda / Pemateri Beri Trik Jadi Guru Kreatif

Pemateri Beri Trik Jadi Guru Kreatif

Amat Nyoto saat memberikan materi (Foto: Sabhan)
Amat Nyoto saat memberikan materi (Foto: Sabhan)

Oleh Sabhan Rasyid

MABMonline.org, Pontianak—Seminar dengan tema “Pembelajaran Inovatif” digelar oleh mahasiswa pascasarjana Teknologi Pembelajaran FKIP Untan kemarin, Jumat (24/10). Panitia seminar tersebut mendatangkan pemateri dari Universitas Negeri Malang, yaitu Dr. Amat Nyoto. Selain sebagai pengajar di UNM, beliau juga bertugas sebagai anggota Badan Akreditasi Nasional untuk SD dan SMP/Madrasah.

Amat Nyoto menyampaikan materi tentang proses menjadi kreatif. Ia menggelar simulasi yang diikuti oleh para peserta untuk menjadi guru yang kreatif.

Amat Nyoto memberikan beberapa contoh trik menjadi kreatif agar siswa terpacu dalam belajar dan membuat tugas.Ia menyampaikan bahwa guru dapat membuat aturan kelas, seperti bioskop. Siswa dapat memasuki kelas jika memiliki “tiket”. Tiket yang dimaksudkan dapat berupa tugas atau kemampuan menjelaskan materi sebelumnya kepada guru. Dengan cara demikian, siswa dapat meningkatkan gairah belajarnya di sekolah.

Amat Nyoto mengungkapkan bahwa menjadi kreatif bukan sesuatu yang sulit. Menjadi kreatif dapat dilakukan oleh semua orang dengan tujuan yang berbeda-beda. “Seorang guru dapat menjadi kreatif kapan pun dengan terus membaca dan menggali informasi dari siapapun,” papar Nyoto kepada para peserta.

Selain menyampaikan konsep-konsep pembelajaran kreatif dan inovatif di kelas, Nyoto juga menyampaikan cara mudah dalam menghadapi berbagai persoalan. Ia mengungkapkan bahwa semua persoalan akan menjadi sangat mudah dan kita semua bisa menjadi lebih perkasa. Ia menyampaikan konsep “ASDAMBA” (Apa, Siapa, Di mana, Apabila, Mengapa, danBagaimana). “Segala persoalan harus dianalisis dengan ASDAMBA maka kita akan mudah mengambil sebuah keputusan dan simpulan yang paling tepat,” paparnya.

Setelah menyampaikan materi selama dua jam kepada peserta, Nyoto melanjutkan perjalanan menuju Malang. Ia mendapatkan cenderamata dari panitia berupa replika tugu khatulistiwa dengan penutup kaca. “Ini cenderamata khas Pontianak berupa replika tugu khatulistiwa,” ungkap Syahwani selaku pemateri kedua kepada Nyoto.

Seminar dilanjutkan dengan penyampaian materi “Perubahan (Inovasi” Paradigma Pembelajaran” yang disampaikan oleh Syahwani  Umar yang juga sebagai Ketua Pengelola S-2 TEP FKIP Untan. Kegiatan tersebut diakhiri oleh moderator yang membimbing para peserta untuk menyanyikan lagu Kemesraan.

Check Also

Tarian Tanda’ Sambas Wajib Dilestarikan Oleh Pemuda

Oleh Asmirizani MABMonline.org, Sambas— Workshop tarian Tanda’ Sambas dilaksanakan di pentas kantor Bupati Sambas pada …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *