Home / Jurnalisme Warga / PENGGUGAH SELERA DARI MASA LAMPAU

PENGGUGAH SELERA DARI MASA LAMPAU

Oleh Lia Nalita

asam pedas kepala ikan mayongMABMonline.org, Pontianak — Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri atas 17.508 pulau. Begitu beragam suku bangsa, bahasa, hingga kekayaan kulinernya.
Setiap daerah di Indonesia memiliki kuliner khas yang selalu membuat kangen dan sukar terlupakan. Hidangan-hidangan asli negeri ini selalu kaya akan rasa dan harum aneka bumbu. Paduan bumbu dan rempah-rempah dalam setiap makanan menciptakan sensasi makan yang menyenangkan.

Pontianak adalah sebuah kota yang dihuni oleh berbagai macam etnis. Diantaranya adalah Melayu, Cina,
Arab, Dayak, Batak  dan berbagai kaum etnik lainnya. Tak heran bila Pontianak memiliki berbagai macam budaya di dalamnya. Salah satunya adalah dalam dunia kuliner nya yang kaya akan berbagai macam makanan.

Hidangan yang menjadi ciri khas masyarakat Melayu Pontianak yakni “Asam Pedas Kepala Ikan Mayong” menjadi hidangan berkuah yang paling mantap dipunyai masyarakat Pontianak. Pada edisi kuliner kali ini, tim penjelajah rasa berkesempatan menyambangi sebuah rumah warga asli Melayu Pontianak. Ia dikenal sangat ahli dalam meracik bumbu-bumbu masakan, khususnya asam pedas kepala ikan mayong ini.Sebelum tim penjelajah rasa mengikuti serangkaian proses pembuatannya, terlebih dahulu kita memilih kepala ikan mayong segar di salah satu pasar ikan yang ada di sekitar pelabuhan Pontianak.

Terlihat Mak Na (juru masak) sangat teliti sekali dalam memilih kepala ikan mayong itu. “kepala ikan yang segar, dapat mempengaruhi hasil akhirnya…” ujar Mak Nah pada tim penjelajah rasa (Minggu,14/04/13).
Ikan asam pedas ini tak perlu menggunakan banyak bumbu. Bawang merah, bawang putih, kunyit, liak (jahe), serta cabe kering sebagai bumbu halusnya. Tak lupa serai dan lengkuas yang dimemarkan sebagai pengharum alami untuk menutupi bau amis dari kepala ikan tersebut. Semua bahan yang telah ditumis
dengan minyak goreng kemudian diberi air asam dan masukan kepala ikan yang tadi telah dibersihkan serta penyedap rasa jangan sampai terlupa. Rebus hingga mendidih.“bumbu-bumbu yang telah ditumis ini akan meresap ke kepala ikan mayong dan air asam yang telah dicampur dan dibiarkan mengental akan menambah kegurihan kepala ikan mayong ini,” kata Mak Nah, juru masak kepala ikan mayong, kepada tim penjelajah rasa saat ditemui di dapurnya di kawasan Banjar Serasan, Pontianak Timur, (Minggu, 14/4/2013).

Asam pedas kepala ikan mayong yang telah dimasak tadi sangat cocok disajikan bersama lalap daun ubi dan nasi panas, yang pastinya. Setelah tim penjelajah rasa dipersilakan mencicipi hidangan yang telah disuguhkan kepada kami, tak perlu menunggu lama lagi, kami pun segera merasakan hidangan yang katanya sangat menggugah selera dan penambah nafsu makan itu. Betapa lezat dan mantapnya masakan ini, bumbunya pun nendang hingga ke tulang-tulang kepala ikan. Kuah yang begitu kental serta harum yang dikeluarkan dari bumbu-bumbu sangat membuat kembang air liur.

Pada saat ini menu asam pedas kepala ikan mayong bukan lagi sekedar hidangan rumah biasa yang tertimpa zaman, namun sudah merambah pada restoran-restoran yang menyediakan  hidangan kuliner
tradisional. Nasib asam pedas kepala ikan mayong memang sudah tergerus zaman modern namun masih beruntung bisa sedikit eksis dengan makanan junk food yang banyak menyebar hingga perdesaan seperi burger, hotdog, pizza, ayam kremes dan lain sebagainya. Padahal menu asam pedas ini lebih sehat dibandingkan dengan junk food. Dalam asam pedas kepala ikan mayong terdapat bumbu-bumbu alami yang juga merupakan obat-obat herbal alami dan bebas bahan pengawet. Kini pilihan ada ditangan anda para penikmat hidangan.
Mau sehat atau yang instan tapi beresiko??

Check Also

Apa pun Suku Kita, Kita Harus Bangga

Oleh Rolah Sri Rejeki Situmorang MABMonline.org, Pontianak–Kebudayaan merupakan  suatu hal yang luhur yang patut kita …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *