Home / Beranda / Permainan Anak-Anak. Apakah Hanya Disukai Segelintir Anak Saja?

Permainan Anak-Anak. Apakah Hanya Disukai Segelintir Anak Saja?

Oleh Mariyadi

Permainan Gasing (Foto Iwan)
Permainan Gasing (Foto Iwan)

MABMonine.org, Sambas–Panitia memulai pertandingan Pangkak Gasing. Satu diantara permainan anak-anak telah dilombakan. Di sisi lain, dengan gerak tangkas,  dua tim peserta  yang terdiri dari tiga orang anak berumur 16 tahun ke bawah sedang  melilitkan tali pada kepala gasing-gasingnya. Meraka adalah dua diantara 4 tim yang akan berlaga  pada pertandingan permainan anak-anak sebagai satu diantara beberapa rangakian acara Festival Seni dan Budaya Melayu (FSBM) ke-IX oleh Majelis Adat Budaya Melayu Kalimatan Barat (MABM KB) di alun-alun Keraton Sambas. Senin siang, (26/08).

Satu… Dua… Tiga…

Panitia berhitung. Pada saat itu pulalah 6 orang anak kecil yang dari tadi telah siap,  serentak mengayunkan sebuah bongkahan kayu dengan lebar 3 cm itu.

“Plak…”

Tali yang terbuat dari kulit kayu itu lepas dari gasing. Gasing  berputar indah di atas tanah yang di beri garis lapangan  persegi empat dengan ukuran 4×4 m. Penonton bersorak, menunggu gasing tim mana yang paling lama bertahan.

“Ini adalah awal dari pertandingan. Tim yang gasingnya bisa bertahan lama itulah yang akan memangka’kan (Mengetukkan) gasingnya pada tim lawan yang gasingnya tidak bertahan lama. Begitu juga selanjutnya nanti ketika 5 putaran memangka selesai.” kata Usman, Wasit lomba.

Sebelumnya, Usman telah menyeleksi gasing-gasing peserta. Menurut Usman, Gasing-gasing tersebut hendaklah memunyai lebar 3 cm. Gasing tidak boleh di isi dengan timah di setiap bodi gasing tersebut. Jika gasing keluar dari arena 4×4 m yang telah disediakan, maka gasing di anggap gugur.

Gasing Yang Sedang Beradu (Foto Iwan)
Adu Gasing  (Foto Iwan)

Saat itu, tim dari desa Mak Lebar Kecamatan Sejangkung melawan tim dari desa Perigi Landok kecamatan Sejangkung. “Peserta terdiri dari 4 desa yaitu desa Mak Lebar, Desa Perigi Landok, desa Sekuduk dan desa Parit Raja. Ada 24 peserta yang ikut. Satu tim 5 orang ditambah 1 orang sebagai cadangan,” ungkap Heri, satu diantara panitia acara.

Ronde pertama dimulai. Dua tim siap dengan masing-masing lima orang anggotanya. Satu persatu akan memutarkan gasingnya lalu tim lawan akan me-mangkak.

“Untuk pemilihan siapa yang akan dipangkak atau siapa yang memangkak adalah hasil akhir setiap putaran. Poin diambil dari setiap gasing yang bertahan saat di pangkak atau saat memangkak. Bisa saja yang memangka kalah karena gasingnya tidak bertahan. Pada satu Ronde itu ada 10 kali putaran. Dari sepuluh putaran tersebutlah poin di ambil. Satu putaran menang maka dihitung satu poin,” ungkap Usman.

Gasing yang terbuat dari batang jeruk itu mengetuk gasing lawan yang sedang berputar. Gasing yang mengetuk itu pun terlempar jauh lalu beradu putaran bersama dengan gasing lawan yang tadi ia kenai.

Selanjutnya, juga di laksanakan Lomba Gasing Uri. “Pada lomba gasing uri ini, adalah lomba gasing paling lama bertahan. 24 peserta yang tadi ikut dalam Lomba Pangka Gasing, semuanya ikut dalam lomba ini. Satu Ronde 6 orang. Hanya ada satu putaran. Dua pemenang akan masuk Final merbutkan juar,” ungkap Usman.

“Kalau pesertanya ramai, lebih meriah lagi,” ungkap Adnan, satu diantara pembimbing peserta permainan anak-anak.

Menurut Adnan, karena ini adalah hari aktif belajar mengajar, jadi banyak anak-anak kita yang tidak bisa mengikuti ajang ini. Padahal ajang ini sangat bagus untuk memperkenalkan dan melestarikan permainan anak-anak di daerah Sambas khusunya.

Permainan Simban (Foto Iwan)
Permainan Simban (Foto Iwan)

Di sisi lain di tempat yang sama, masih di area Alun-alun Istana, ada dua permainan anak-anak yang juga sedang dilombakan.  Permainan tersebut adalah tarik pelepah pinang dan main Simban. Main Simban menurut masyarakat Sambas ini adalah sebuah permainan menggunakan buah karet.

Pada Selasa siang, (27/08), ada juga diadakan lomba pangka Gasing ini. Namun, bukan untuk anak-anak. Pangka Gasing pada waktu itu untuk orang dewasa. Tidak ada perubahan. Peraturan dan segala perlengkapan juga tidak beda dengan Pangka Gasing dan Lomba Gasing Uri anak-anak.

Acara berlangsung dengan lancar. Namun, hanya segelintir saja anak-anak yang mau mengikuti ajang tersebut. Apakah anak-anak di Sambas tidak lagi menyukai bahkan tidak mengenal permainan daerah mereka?

 

Check Also

Sultan Hamid II, Sang Perancang Lambang Negara yang Terlupakan

Oleh: Nur Iskandar Tepat di hari Kartini, (21/4), Seminar Nasional Meluruskan Sejarah Sultan Hamid Sebagai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *