Home / Jurnalisme Warga / Permainan Rakyat, Sarana Komunikasi Masyarakat

Permainan Rakyat, Sarana Komunikasi Masyarakat

Oleh Sabhan Rasyid

MABMonline.org, Pontianak — Semua masyarakat di Indonesia mungkin pernah menjadi pemain dalam permainan rakyat yang ada di daerah-daerah di Indonesia. Salah satunya yaitu masyarakat di Kalimantan Barat. Masyarakat Melayu pada khususnya telah sekian lama menyatu dengan permainan rakyat. Dari anak-anak hingga orang dewasa tak pernah dilarang untuk ikut andil dalam permainan rakyat karena memang tidak ada aturan mengikat terkait pemain yang terlibat.

Permainan rakyat di Kalimantan Barat memang sangat beragam. Hal ini terkait dengan begitu banyaknya suku yang tersebar di wilayah Kalimantan Barat. Setiap suku yang ada memiliki permainan tersendiri yang menjadi sarana bagi masyarakat suku tertentu untuk melepas penat dan lelah setelah seharian bekerja.

Kebermaknaan permainan rakyat bisa dirasakan dengan sadar oleh kita semua. Permainan rakyat yang hadir tidak pernah mengandung aturan yang rumit dan memberatkan. Permainan rakyat selalu menyajikan pola permainan yang santai dan mengandung nilai estetik yang tinggi sehingga mampu memberikan dampak positif bagi pemain yang terlibat. Dampak positif tersebut yaitu kesenangan bersama, rasa akur, dan saling menghargai sesama masyarakat.

Permainan rakyat juga dapat menjadi sarana komunikasi yang baik bagi masyarakat yang ada di suatu daerah maupun masyarakat antar daerah. Hal ini dapat terlihat dari nilai-nilai yang terkandung dalam proses bermain. Seperti, permainan layang-layang yang melibatkan dua atau lebih pemain yang  melakukan pertarungan dari tempat berbeda. Semua pemain yang terlibat dalam pertarungan tersebut akan secara otomatis akan menyepakati konvensi/aturan permainan. Para pemain yang kalah akan menerima kekalahan dengan ikhlas dan yang menang akan merasakan kepuasan tersendiri dalam permainan tersebut.

Komunikasi antar masyarakat dapat terjadi secara sadar dan tidak terkonsep dalam pelaksanaan permainan rakyat. Komunikasi itu akan terus terbangun secara terus menerus jika permainan ini tetap ada dalam aktivitas masyarakat. Pertanyaan untuk kita semua sekarang, masih adakah permainan rakyat itu di sekitar kita? Untuk menginventarisasi keberadaan permainan rakyat saja sangat sulit. Tahun 1982, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional Kalimantan Barat telah menginventarisasi sekitar 24 permainan rakyat yang ada di Kalimantan Barat. Upaya ini seharusnya dilakukan kembali untuk waktu-waktu sekarang sejalan dengan kita semua mentradisikan kembali permainan rakyat agar komunikasi antarmasyarakat tetap terjaga dan tidak terjadi individualisme akibat modernisasi.

Check Also

Sigondah: Meriam Dahsyat Peninggalan Kerajaan Mempawah

Oleh Kinanti Wulandari Hijau dan damai, kata yang dapat mewakili suasana di tempat ini. Suara burung-burung …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *