Home / Beranda / Perpustakaan Kota Pontianak, Berbenah Menjaring Pencinta Ilmu

Perpustakaan Kota Pontianak, Berbenah Menjaring Pencinta Ilmu

Oleh Febi Purwanto

pencinta ilmu

Akhir-akhir ini pengelola dan pengunjung merasa betah ketika berada di Perpustakaan Kota Pontianak. Pasalnya, mereka tidak lagi kepanasan, jenuh dan bosan saat berada di ruang perpustakaan. Kenyamanan ini dikarenakan perpustakaan yang terletak di jalan Alianyang ini telah melakukan perbaikan dan penambahan pendingin ruangan (AC) serta beberapa fasilitas lainnya. Hal ini dilakukan guna menimbulkan rasa nyaman dan dapat memberikan pelayanan secara maksimal kepada pengunjung, para pencinta ilmu.

Saat ini jumlah pengunjung di Perpustakan Kota Pontianak sudah meningkat. “Jumlah pengunjung per bulan mencapai 1202 pengunjung, jika dirata-ratakan jumlah pengunjung perhari mencapai 40 orang,” ujar Dwi Suryanto, Kepala Kantor Arsip dan Perpustakaan Kota Pontianak, ketika ditemui belum lama ini.

Dwi juga menambahkan bahwa peningkatan pengunjung terjadi lantaran fasilitas yang ada sudah memadai. “Pendingin ruangan yang besar itu dari tahun 2008 tidak pernah menyala dan baru sekarang menyala,” ungkap mantan Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kota Pontianak ini.

Dwi berharap jajarannya mampu memberikan pelayanan dengan sepenuh hati. “Harapan saya bisa melayani masyarakat dengan lebih optimal serta dapat membuat kondisi Perpustakaan Kota Pontianak lebih baik lagi.”

Tersedianya area hotspot menjadikan pengunjung makin betah berlama-lama. Ya, perpustakaan Kota menyediakan fasilitas internet dengan kecepatan yang cukup baik. “Koneksi internet di sini lancar dan tidak bermasalah,” ujar Sekar (23), salah satu pengunjung  setia.

Selain fasilitas yang memadai, Sekar menambahkan bahwa pelayanan di Perpustakaan Kota Pontianak juga cukup baik. “Bila dibandingkan dengan Perpustakaan Provinsi, pelayanan di Perpustakaan Kota lebih mudah dan ramah,” ungkapnya.

Ada banyak harapan yang dikemukakan pengunjung untuk  Perpustakaan Kota Pontianak. Di antaranya, mereka menginginkan pelayanan yang optimal dan persediaan buku yang lebih lengkap.  “Harapan saya lainnya, jumlah meja untuk diskusi serta terminal untuk listrik juga ditambah lagi,” pungkas Sekar dengan mantapnya.

Check Also

Kapal Bandong itu Khas Kalbar

Pada awalnya saya tidak mengenal sosok budayawan sekaligus pengrajin miniatur Kapal Bandong (1) yang satu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *