Home / Kolom / Pilkada Pontianak: Siap Menang! Siap Kalah! (Siap Jujur?)

Pilkada Pontianak: Siap Menang! Siap Kalah! (Siap Jujur?)

Oleh Gusti Iwan

MABMonline.org, Pontianak — Kamis, 19 September 2013, warga Kota Pontianak akan melakukan proses pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Pontianak. Para calon Walikota dan Wakil Walikota sudah diberikan kesempatan untuk menyampaikan visi dan misinya bagi Kota Pontianak baik lewat debat publik, maupun kampanye terbuka dan dialogis di hadapan warga Kota Pontianak.

Masing-masing kandidat tampil dengan berbagai pandangan, pemikiran, strategi bahkan janji-janji yang akan dilakukannya kelak jika terpilih. Mereka berusaha menawarkan janji-janji sambil berharap mendapatkan simpati dan dukungan warga untuk dapat memilih dirinya.

Peserta Pilkada Kota Pontianak kali ini ada enam pasangan calon, yakni nomor urut (1) pasangan calon Gusti Hersan Aslirosa-Syarif Ismail, Iwan Gunawan-Andreas Acui Simanjaya (2), Sutarmidji-Edi Rusdi Kamtono (3), Paryadi-Sebastian (4), Firman Muntaco-Erick S Martio (5), dan nomor urut (6) Zulkarnaen Siregar-Paryono.

Dalam setiap masa kampanye kita juga sering mendengar kalimat yang terucap dari setiap pasangan, “Siap Menang dan Siap Kalah”. Kita menangkap maksud bahwa para kandidat berkomitmen untuk dirinya dan masyarakat, bahwa apa pun hasil keputusan akhir dari perhitungan suara yang telah ditetapkan KPU/KPUD akan diterimanya dengan lapang dada.

Faktanya, terlalu sering kita mendengar dan membaca berita perihal sengketa Pilkada di provinsi dan kabupaten/kota setelah atau bahkan sebelum keputusan KPU/KPUD ditetapkan. Bahkan tidak sedikit kasus demo dan keributan yang berujung pada kerusuhan massa hanya karena para pendukung tidak terima kandidatnya disingkirkan sebagai calon peserta Pilkada; Atau pendukung yang tidak puas atas hasil perhitungan suara karena menganggap adanya praktek kecurangan selama proses pemilihan.

Mahkamah Konststitusi (MK) sendiri dalam pemilu 2004 lalu saja menerima lebih dari 270 kasus pemilu. Hingga tengah tahun 2010, sengketa pilkada yang masuk ke MK ada 74 kasus. Sedangkan jika diperhitungkan sampai tahun 2012, kasus yang ditangani MK lebih dari 400 kasus sengketa Pilkada.

Kita ketahui bahwa untuk menyelenggarakan sebuah Pemilu/Pilkada tidaklah menggunakan anggaran yang sedikit. Contoh yang bisa kita ambil adalah untuk Pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat Tahun 2012, untuk Putaran 1 dianggarkan oleh KPU Provinsi lebih dari 160 miliar. Dengan rincian, Jumlah Honorarium dan Uang Lembur dianggarkan sebesar  Rp.75.536.700.000,00 dan Jumlah Pembelian/Pengadaan Barang dan Jasa dianggarkan sebesar  Rp.91.373.031.850,00.

Sedangkan untuk Putaran 2 sebesar Rp.56.758.073.050,00, dengan rincian, Jumlah Honorarium untuk KPPS dianggarkan sebesar Rp.23.789.750.000,00, Jumlah Pembelian/Pengadaan Barang dan Jasa dianggarkan sebesar Rp.32.968.323.050,00.

Untuk Pemilihan Walikota, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Pontianak sudah menganggarkan Rp 18 miliar untuk biaya Pilkada Kota Pontianak tahun 2013. Pada Pilkada Kota Pontianak sebelumnya, KPUD Kota Pontianak menganggarkan Rp 12 miliar, namun hanya terpakai sebesar Rp 7 miliar, sedangkan sisanya dikembalikan lagi kepada Pemerintah Kota Pontianak.

Dengan biaya sebesar itu, wajar jika masyarakat berharap dan menuntut akan adanya sebuah Pemilu/Pilkada yang jujur dan damai, hingga biaya yang dikeluarkan untuk menyelenggarakan ajang memilih pemimpin daerah tidaklah menjadi sebuah pemborosan yang sia-sia. Masyarakat tentu berharap, melalui proses itu akan diperoleh pemimpin yang memenuhi kapasitas secara intelegensia, mental dan spiritual yang mumpuni.

Para kandidat yang akan bertarung, sepatutnya menjadikan dirinya panutan bagi masyarakat. Dimulai dari proses pilkada dengan cara-cara yang santun dan jujur, tanpa ada peluang berbuat kecurangan oleh dirinya maupun dari pendukungnya.

Kalimat “Siap Menang, Siap Kalah” dalam Pemilu/Pilkada ini, tidak hanya sekedar slogan belaka namun dapat dipraktekkan oleh tiap-tiap pasangan peserta Pilkada dengan seharusnya. Bahkan akan lebih positif lagi jika setiap pasangan harus juga berani mengatakan “Siap Jujur !”. Ini baru luar biasa. Mungkinkah ini terjadi? Kita lihat saja hasilnya setelah Pemilihan esok.

Check Also

MABM Adakan Rapat Kerja Pusat 2013 di Singkawang

Penulis Mariyadi MABMonline.org, Pontianak — Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kalimantan Barat (Kalbar) akan mengadakan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *