Home / Beranda / IAI Telusuri Rekam Jejak Arsitektur Melayu

IAI Telusuri Rekam Jejak Arsitektur Melayu

Oleh Gusti Iwan

MABMonline.org — Dalam sebuah rangkaian kegiatan Simposium Arsitektur Melayu 2014 yang diadakan oleh Ikatan Arsitek Indonesia Daerah Kepri, mulai tanggal 1–4 Oktober 2014, satu tim yang menamakan diri dengan Tim Rekam Jejak Arsitektur Melayu 2014 mengadakan rangkaian kegiatan survey arsitektur Melayu di kota Pontianak, Sambas, dan Mempawah.

Diskusi Arsitektur Melayu  (Foto Gusti Iwan)
Diskusi Arsitektur Melayu
(Foto Gusti Iwan)

Kegiatan ini sendiri memiliki maksud dan tujuan untuk menelisik arsitektur Melayu sebagai bagian dari budaya Melayu yang juga merupakan bagian dari budaya nasional, mendekatkan orang Melayu dengan kebudayaan milik sendiri sehingga tidak tercerabut dari akar kebudayaannya, memperteguh marwah dan jati diri orang Melayu, dan membantu pemerintah daerah untuk menjaga ketahanan budaya.

Bertempat di Balai Kerja Majelis Adat Budaya Melayu Kalimantan Barat (MABMKB), Rabu (1/10), diadakan pertemuan diskusi dan pendataan awal mengenai arsitektur Melayu di Kalimantan Barat. Ditemui oleh Sy. Selamat Joesoef Alkadri (Ketua Dewan Pemangku Adat MABMKB), Prof. DR. H. Chairil Effendy, M.S. (Ketua Umum MABMKB), dan beberapa pengurus MABMKB, Tim Rekam Jejak Arsitektur Melayu 2014 didampingi A. Roffi Faturrahman (IAI Daerah Kalbar) memaparkan maksud dan tujuannya datang ke Kalimantan Barat. Turut hadir pula dalam pertemuan ini perwakilan dari Politeknik Negeri Pontianak dan Prodi Arsitektur Universitas Tanjungpura.

Diskusi yang terjadi sangat menarik, terutama dengan pemaparan dari masing-masing perwakilan, saling memberikan tambahan informasi bagaimana tipologi rumah Melayu yang ada, baik itu yang berada di wilayah Kepulauan Riau, di Kalimantan Barat, dan di beberapa negara tetangga.

“Kita perlu menggali seperti apa asal atau aslinya bangunan rumah Melayu. Rumah tinggal orang Melayu di Kepulauan Riau yang ada sampai saat ini banyak juga yang dipengaruhi dari budaya luar, contohnya dari budaya Bugis yang telah sekian lama berasimilasi dengan budaya asli masyarakat lokal”, papar Martin Baron dari IAI Kepri.

Foto Bersama IAI Kepri
Foto Bersama IAI Kepri (Foto Gusti Iwan)

“Terbangunnya kota Melayu utamanya memenuhi 6 unsur, yakni adanya istana, masjid, padang atau lapangan, pelabuhan, sungai dan pasar.  Pola berdiri kota seperti ini sebagaimana yang ada di Malaysia ternyata memiliki kondisi yang hampir sama dengan yang ada di Lingga. Lingga ini sendiri juga dianggap sebagai bunda atau cikal bakal tipikal arsitektur Melayu”, tambah Martin.

Sangat penting bagi  semua pihak untuk terus melestarikan budaya daerah sebagai bagian dari budaya nasional agar terus bertahan ditengah perubahan dan masuknya beragam budaya asing yang akan menggerus budaya asli. Seperti pernyataan Maaz Ismail, S.P., M.Si. (Dewan Pakar Lembaga Adat Melayu Batam), “Budaya Melayu sejati seharusnya menjadi ruh atas rekayasa arsitektur di bumi Melayu agar peradaban Melayu tetap lestari sebagaimana adagium “takkan Melayu hilang di bumi”.”

 

 

 

Check Also

Jepin Tali Bintang Pontianak Juara Tangkai Jepin

mabmonline.org , Sekadau – Jepin Tali Bintang yang dibawakan oleh grup jepin dari MABM Pontianak …

One comment

  1. Arsitektu menggambarkan kemajuan dan keindahan budaya suatu bangsa, begitu juga dengan arsitektur dan budaya Melayu di Kalbar. Semoga sukses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *