Home / Beranda / Seminar Revolusi Mental Warisan Melayu

Seminar Revolusi Mental Warisan Melayu

 

Foto: Chairil saat membuka acara Seminar Ilmiah Revolusi Mental Warisan Melayu Kalimantan Barat
Foto: Chairil saat membuka acara Seminar Ilmiah Revolusi Mental Warisan Melayu Kalimantan Barat

oleh Sabhan Rasyid
MABMonline.org, Putussibau–Pelakasanaan beragam tangkai lomba dalam FSBM X di Kapuas Hulu dilengkapi dengan kegiatan
seminar ilmiah yang mengusung tema “Revolusi Mental Warisan Melayu Kalimantan Barat”, Senin (22/12). Seminar satu hari tersebut diikuti  oleh perwakilan kontingen, tokoh Melayu, serta masyarakat Melayu Kapuas Hulu. Pemilihan tema “Revolusi Mental” ini mengacu pada konsep bahwa masyarakat Melayu harus berubah  menjadi lebih baik. “Masyarakat Melayu jangan takut perubahan,” ungkap Chairil ketika membuka acara seminar ini.

Seminar ilmiah ini dilaksanakan di Rumah Melayu Kapuas Hulu dengan mendatangkan empat orang pembicara. Pembicara tersebut,
yaitu Dr. Yusriadi, Dr. Hermansyah, Dr. Jumadi, dan Drs. Ade Hamsin. Tiga dari empat pembicara tersebut merupakan putra asli Kapuas Hulu yang sebagian berkarir di Pontianak sebagai pengajar di IAIN. Bertindak sebagai moderator, A.R. Muzammil yang juga merupakan putra asli Kapuas Hulu. Selama seminar berlangsung, para peserta mendengarkan pemaparan dari para narasumber tentang beberapa topik penting, yaitu manuskrip Melayu, bahasa Melayu, politik Melayu, serta khazanah kemelayuan dalam tradisi pantang/pemali di Kapuas Hulu.

Revolusi mental warisan Melayu yang menjadi tema seminar ini disampaikan para pembicara dengan konsep Melayu saat ini. Berkaitan dengan itu, substansi dari revolusi mental yang sesungguhnya adalah perubahan yang akan dilakukan bermula dari koreksi terhadap diri sendiri. “Perubahan yang akan dilakukan itulah sebuah koreksi yang merupakan substansi dari revolusi mental, ungkap Jumadi.

Perubahan yang akan dilakukan tidak cukup dengan hanya menyuarakan bahwa kita akan melakukan perubahan, tetapi harus ada peruhana pola pikir dan pola tingkah laku. “Hakikat revolusi mental yang sesungguhnya adalah perubahan mindset,” papar Jumadi yang merupakan dosen di FISIP Untan.

Seminar ilmiah dalam rangkaian pelaksanaan FSBM X ini berlangsung tanpa kendala hingga selesai. Antusiasme peserta dalam menyampaikan pikirannya kepada narasumbersangat terlihat. Diskusi ilmiah masyarakat Melayu sangat terlihat dalam Seminar Revolusi Mental Warisan Melayu Kalimantan Barat.

Check Also

Sultan Hamid II, Sang Perancang Lambang Negara yang Terlupakan

Oleh: Nur Iskandar Tepat di hari Kartini, (21/4), Seminar Nasional Meluruskan Sejarah Sultan Hamid Sebagai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *