Home / Jurnalisme Warga / Sertifikat Gratis, Upaya Mengenalkan Tugu Khatulistiwa Hingga ke Mancanegara

Sertifikat Gratis, Upaya Mengenalkan Tugu Khatulistiwa Hingga ke Mancanegara

oleh Anggun Pertiwi

sertifikat_tugu-khatulistiwa
Kurang lengkap rasanya jika wisatawan yang sudah mampir ke kota Pontianak namun tidak menyambangi tugu Khatulistiwa. Bangga rasanya kala mendapat sertifikat sebagai bukti telah melintasi garis khatulistiwa. “Sertifikat gratis, tanpa dipungut biaya malah sudah ada tanda tangan Walikota Pontianak,” ujar Kasnawi, operator pelayanan sertifikat sedikit berpromosi.

Sudah sekitar tiga puluh tahun pemberian sertifikat pelintas khatulistiwa ini diberikan secara gratis. “Dulu sertifikat ini masih ditulis dengan mesin ketik, sekarang tidak perlu repot lagi dan takut salah menulis nama orang karena sudah menggunakan komputer,” ungkap Kasnawi saat ditemui Senin, 21 Maret 2016.

Sertifikat ini hanya diberikan untuk wisatawan dari luar kota Pontianak untuk memperkenalkan objek wisata Tugu Khatulistiwa kepada masyarakat dari luar Pontianak hingga mancanegara.

Piagam Perlintasan Khatulistiwa atau Certificate of Equator Crossing memuat nama pengunjung, dan waktu mengunjungi tugu khatulistiwa, dan pernyataan bahwa telah melintasi Khatulistiwa di kota Pontianak, dan tidak lupa juga terdapat tanda tangan dan cap asli dari Walikota Pontianak. Selain mendapatkan sertifikat gratis, wisatawan akan mendapatkan banyak informasi mengenai monumen yang bersejarah ini.

Garis ekuator atau yang biasa disebut dengan garis khatulistiwa adalah garis yang membagi bumi menjadi dua bagian yaitu belahan bumi utara dan belahan bumi selatan. Garis khatulistiwa juga merupakan poros rotasi bumi. Garis khatulistiwa hanya melintasi daratan atau wilayah perairan di 14 negara, satu di antaranya adalah kota Pontianak.

Pontianak adalah salah satu kota yang dilintasi oleh garis ekuator dan memiliki monumen yang kini menjadi objek wisata. “Sekitar 30 tahun sertifikat ini sudah diterapkan, sertifikat ini diberikan gratis untuk turis asing sebagai upaya memperkenalkan kota Pontianak ke mancanegara,” pungkas Kasnawi.

Check Also

Menemukan Jati Diri sebagai Orang Melayu

Majelis Adat Budaya Melayu Kalimantan Barat (MABMKB) menjadi ikon masyarakat Melayu yang ada di Kalbar. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *