Home / Beranda / Syair Ketapang Pemenang Lomba Tangkai Syair Melayu

Syair Ketapang Pemenang Lomba Tangkai Syair Melayu

Dua pemenang lomba tangkai Syair Melayu berfoto bersama pelatih dan pengarang syair (Foto Asmirizani)
Dua pemenang lomba tangkai Syair Melayu berfoto bersama pelatih dan pengarang syair (Foto Asmirizani)

Oleh Asmirizani

MABMonline.org, Sambas— Tepuk tangan menggema di aula kantor Bupati Sambas ketika bait syair dibacakan oleh pemenang tangkai syair melayu kategori lelaki asal Kabupaten Ketapang, Rabu siang, (28/8) bertepatan 21 Syawal 1434 H. Syair yang mempunyai pola bunyi yang enak didengar, lantunan cengkok yang khas, dan bait yang mengandung makna.

Hidup berdampingan sejalan sehati/ Berpegangan kuat sangat teliti/ Beriman Islam sampaikan mati/ Itulah tande Melayu sejati

Syair yang ditampilkan peserta dari Kabupaten Ketapang merupakan bagian dari syair gulung yang pada umumnya panjang. Syair gulung dibacakan dengan lantunan cengkok yang berbeda dari kabupaten atau kota lain. Syair itu juga memiliki pesan yang kuat tiap baitnya. Menurut salah satu juri, “penampilan peserta sudah maksimal. Peserta mempunyai warna baru yang khas. Syairnya panjang dan memiliki ciri khas tersendiri. Peserta dari Kabupaten Ketapang sudah sesuai kriteria. Kriteria vokal, irama, suara, penghayatan, dan penampilan,” ujar Harun Das Putra.

Pemenang lomba tangkai syair melayu kategori lelaki (Foto Asmirizani)
Pemenang lomba tangkai syair Melayu kategori lelaki (Foto Asmirizani)

Sebelum mengumumkan hasil lomba Satarudin Ramli menambahkan, ”Syair merupakan seni sastra yang hampir sama dengan puisi dan sajak. Sebelum membacakan syair, pelantun syair wajib menganalisa apa maksud isi syair yang digarap oleh pengarang. Saat membacakan syair pada penonton, pelantunan syair harus bijak mengolah vokal, melantunkan irama, mengolah tekanan suara, dan larut dalam penghayatan.”

Sataruddin melanjutkan, “Peserta tidak mutlak menggunakan iringan musik, ini merupakan sesuatu yang tidak terikat. Sebagai juri yang menikmati syair dan mengamati pembacaan syair memiliki persepsi yang sama dengan penonton yang juga sebagai penikmat syair.”

Ketua juri tangkai syair Melayu menghimbau agar peserta yang belum menang tidak kecewa dan berkecil hati. “Akhirnya kami menyepakati dan mengumumkan para pemenang. Peserta yang belum menang jangan berkecil hati, belajarlah dari kesalahan untuk peningkatan masa mendatang. Kekalahan kali ini merupakan kemenangan yang tertunda.”

Pemenang utama lomba tangkai syair melayu dari dua kategori diraih oleh utusan Kabupaten Ketapang. Tangkai syair Melayu kategori laki-laki utusan Kabupaten Ketapang meraih total nilai 875. Rasa gembira tak bisa tertahankan, peserta lelaki dari Ketapang sujud syukur di hadapan penonton, peserta, dan juri. Sedangkan pemenang utama tangkai syair kategori perempuan utusan Kabupaten Ketapang meraup nilai 865.

Pemenang lomba tangkai syair melayu kategori perempuan (Foto Asmirizani)
Pemenang lomba tangkai syair Melayu kategori perempuan (Foto Asmirizani)

Peserta lomba kali ini merupakan peserta lomba terbanyak dari tangkai lomba lain. Sebanyak 22 peserta mengikuti lomba tangkai Syair Melayu walau ada beberapa peserta tidak hadir. Pendapat Karman yang merupakan ketua panitia FBSM IX mengenai peserta tangkai Syair Melayu, “saya merasa puas dari semua tangkai lomba yang diadakan sudah banyak peningkatan peserta. Saya pun senang peserta lomba dan penonton sangat antusias dalam menjaga keamanan tiap tangkai lomba.”

Begitu juga menurut Pabali Musa, wakil Bupati Sambas, ”Alhamdulillah, lomba berjalan lancar dan baik, ini menunjukkan apresiasi seni yang menjadi adat budaya kita sehari-hari yang harus diimplementasikan.”

Lomba tangkai syair Melayu ini menggairahkan harapan warga Kabupaten Ketapang yang mengikuti jalannya lomba, “Semoga syair gulung di Kabupaten Ketapang tak hilang dan terus memiliki generasi penyair yang mengembangkan syair. Semoga juga syair gulung bukan hanya dibaca saat acara nikahan saja, tetapi dibaca saat acara-acara besar nasional maupun internasional,” ungkap Jeki penonton asal Ketapang yang menyukai syair. Tahniah!

Check Also

Sultan Hamid II, Sang Perancang Lambang Negara yang Terlupakan

Oleh: Nur Iskandar Tepat di hari Kartini, (21/4), Seminar Nasional Meluruskan Sejarah Sultan Hamid Sebagai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *