Home / Beranda / Tarian Tanda’ Sambas Wajib Dilestarikan Oleh Pemuda

Tarian Tanda’ Sambas Wajib Dilestarikan Oleh Pemuda

Oleh Asmirizani

MABMonline.org, SambasWorkshop tarian Tanda’ Sambas dilaksanakan di pentas kantor Bupati Sambas pada Senin (26/8). Workshop dibuka dengan penampilan tarian Tanda’ Sambas oleh gabungan anggota sanggar yang ada di Kabupaten Sambas, di antaranya Sanggar Batu Mak Jage, Sanggar Rama, dan Sanggar Kencana Kuning.

“Tanda’ artinya tarian. Pada zaman dahulu Tanda’ Sambas digunakan prajurit yang sedang berlatih silat untuk mengelabui penjajah Belanda dengan mengubah gerakan silat menjadi tari,” ujar Abah Ali, ketua Sanggar Kencana Kuning yang sudah menggeluti tarian Tanda’ Sambas dari tahun 1991.

Pembicaraan mengenai tarian Tanda' Sambas (Foto Asmirizani)
Pembicaraan mengenai tarian Tanda’ Sambas (Foto Asmirizani)

Tarian Tanda’ Sambas diperagakan oleh empat orang yang berpasangan. Dua orang penabuh rebana dan menyanyi sebagai musik mengiringi tarian Tanda’ Sambas. “Pada umumnya tarian Tanda’ Sambas berpasangan, namun sendiri juga bisa,” ujar Gumanto, ketua sanggar Batu Mak Jage.

Tarian Tanda’ Sambas sudah ada sejak zaman orang tua dulu. Masyarakat sekitar tidak banyak yang tahu pasti mengenai siapa nama pencipta tarian Tanda’ Sambas. “Tanda’ Sambas sudah ada lama sekali dan sudah sering dimainkan oleh orang tua zaman dahulu. Tarian Tanda’ Sambas telah turun-temurun dan merupakan tarian asli melayu Sambas. Tarian Tanda’ Sambas harus tetap dipertahankan, dilestarikan, dan dikembangkan,” ujar A. Muin Ikram, budayawan pecinta tari tradisional Sambas.

Kurangnya minat dan peduli pemuda terhadap tarian tradisional, khususnya tarian Tanda’ Sambas memungkinkan tidak akan ada lagi penerus dan, boleh jadi tarian Tanda’ Sambas akan menghilang pada masa datang. “Saya tertarik pada tarian Tanda’ Sambas sejak kecil. Pada tahun 2004 saya mendirikan sanggar untuk melestarikan tarian Tanda’ Sambas dan mendidik pemuda supaya dapat menarikan tarian Tanda’ Sambas. Namun sayang, anak zaman sekarang lebih suka pada tarian modern,” ujar Gumanto, bapak dari empat anak yang pernah mengajarkan tarian Tanda’ Sambas sebagai ekstrakurikuler di sekolah.

Penabuh rebana menggiringi tarian Tanda' Sambas (Foto Asmirizani)
Penabuh rebana mengiringi tarian Tanda’ Sambas

Berbeda dengan Eni, seorang siswa SMK yang suka dengan tarian tradisional sengaja datang untuk menyaksikan tarian Tanda’ Sambas. ”Saya suka dengan berbagai tarian tradisional terutama tarian Tanda’ Sambas. Saya suka tarian Tanda’ Sambas karena gerakan langkah yang seirama dengan musik, alunan musik membuat terus ingin menari, dan cengkok lagu yang khas. Saya ingin belajar lebih jauh lagi mengenai tarian Tanda’ Sambas dengan mengikuti sanggar yang dipimpin bapak-bapak ini,” ujarnya sumringah.

Sudah seharusnya pemuda melestarikan dan memajukan budaya khususnya tarian Tandak Sambas. Pemuda juga harus berperan serta dalam memperkenalkan tarian Tanda’ Sambas pada dunia internasional. Semoga.

Check Also

Jepin Tali Bintang Pontianak Juara Tangkai Jepin

mabmonline.org , Sekadau – Jepin Tali Bintang yang dibawakan oleh grup jepin dari MABM Pontianak …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *