Home / Sastra / Teater Mendu Pukau Ribuan Penonton

Teater Mendu Pukau Ribuan Penonton

Oleh Asmirizani

MABMonline.org, Pontianak – Tak seperti biasanya, Rumah Melayu dipadati manusia lebih awal, hari Jum’at (6/12), bukan Sabtu dan Minggu. Bukan juga di acara resepsi atau walimah. Masyarakat Pontianak tumpah ruah memenuhi rumah Melayu yang terletak di jalan Sutan Syahrir. Kerumunan orang tersebar di seluruh sudut Rumah Melayu. Mereka bersemangat menyaksikan seni tari Jepin dan teater Mendu. “Di luar ekspektasi,” demikian ungkap Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kalbar, Yusri Zainuddin yang seolah mewakili suasana batin panitia malam budaya tersebut.

Ahmad Yani (26), mahasiswa Stain Pontianak sengaja datang untuk menyaksikan teater Mendu. Selain ingin menyaksikan secara langsung, ia juga ingin mengetahui seperti apa teater Mendu itu. “Saya pernah mendengar teater Mendu, tapi saya tak pernah melihat secara langsung. Saya ke sini ingin tahu apa itu teater Mendu. Ternyata teater mendu sangat bagus dan menghibur.”

Ya, masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui teater tradisional Mendu. Bahkan masyarakat Melayu sendiripun juga tidak tahu. Mereka hanya pernah mendengarnya saja. Malam budaya yang menampilkan teater Mendu membuat masyarakat tertarik untuk menyaksikan dan mengetahui. “Saye diajak kawan pegi kesinek bang. Pas dengar kate Mendu, saye jadi penasaran ingin nonton. Ternyate penontonnye ramai. Bukan hanye orang lokal yang ade, orang Barat pun ade nonton gak bang,” kata Yuda, sambil menunjuk pada dua turis yang ikut menonton.

“Teater ini lain dari teater biasanya, teater Mendu banyak improvisasinya dan sangat menghibur penonton. Selain menghibur juga ada pesan yang disampaikan,” ujar Sidik (17) yang merupakan siswa SMA 1 Kubu Raya.

Mendu sendiri merupakan seni tradisional teater Melayu. Tak hanya di Pontianak, Mendu juga dikenal di kepulauan Riau. Improvisasi dan spontanitas menjadi darah bagi pementasannya. Hal ini juga mirip yang kita saksikan di pementasan lenong Betawi atau di acara populer TV Opera Van Java. Tak heran, pementasan yang sejatinya hanya berlangsung satu setengah jam, bisa molor menjadi dua jam-an.

Tak dipungkiri lagi teater ini mulai diminati masyarakat. Terlihat dari tepukan tangan dan gelak tawa penonton di sepanjang pementasan teater Mendu. Ribuan penonton seolah terhipnotis dengan penampilan pemain saat di atas panggung. Tak beranjak hingga pementasan berakhir di pukul sebelas malam.

Alhamdulillah…

*Bagi yang ingin mengetahui Mendu lebih mendalam, silakan simak video berikut:

Check Also

Spontanitas Berpantun Membawa Kemenangan bagi Kayong Utara

MABMonline.org ,Sekadau – Spontanitas pantun yang diucapkan grup pantun kayong utara menunjukkan kebiasaan berpantun sehingga menjadi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *