Home / Jurnalisme Warga / Toko Buku Karisma Bedah Buku Kalbar Berimajinasi

Toko Buku Karisma Bedah Buku Kalbar Berimajinasi

Oleh Dwi Setiawan

MABMonline.org, Pontianak –“Buku ini adalah wadah bagi para sastrawan Kalimantan Barat untuk berkarya.” Itulah sambutan Yusriadi dalam acara bedah buku kumpulan cerita pendek “Kalimantan Barat Berimajinasi” di toko buku Karisma lantai dua Komplek Ayani Megamall, Sabtu (2/3/2013). Dalam acara tersebut Yusriadi yang juga bertindak sebagai editor menceritakan bagaimana awal cerita buku tersebut secara ringkas. “Ide awal dari pembuatan buku ‘Kalimantan Barat Berimajinasi’ adalah saat saya berada di tempat Pak Dedy Ary Asfar, saya menemukan buku yang judulnya Kalimantan Timur Berimajinasi. Saat itu terpikir oleh saya mengapa Kalimantan Barat tidak menciptakan buku yang sama padahal sastrawan Kalimantan Barat juga mampu membuat buku yang sama,” jelas Yusriadi.

Khairul Fuad, peresensi dari buku tersebut mengatakan, “Buku ini cukup menarik, baik dari segi sampul dan isi cerita. Apalagi satu cerita dalam buku tersebut yang mengisahkan tentang seseorang yang menentang ilegal loging yang marak untuk pembukaan lahan sawit, dan kayunya dijual ke Malaysia. Mungkin itulah mengapa Pontianak akhir-akhir ini cuacanya terasa panas, karena tidak adanya hutan lagi sebagai penyejuk.”

Fuad juga mengatakan, “Buku ini bagus untuk para remaja terutama remaja yang saat ini rentan diterpa rasa galau dan mengambil pelajaran dari buku ini karena banyak mengandung nilai-nilai kebudayaan yang positif. Namun sayangnya, hingga saat ini tim penerbit mengakui masih sulit untuk menemukan pemodal untuk membiayai proses produksi dan juga kesulitan untuk pemasaran buku tersebut secara luas. “Saat ini kita masih dalam tahap mewadahi karya-karya dari sastrawan Kalbar dan belum masuk tahap mencari keuntungan, karena kita belum menemukan pemodal yang mau mendanai kegiatan kita,” ungkap Dr Hermansyah, direktur STAIN Press.

Acara yang dimulai dari pukul 15.00 WIB tersebut juga dimeriahkan pembacaan puisi oleh sastrawan-sastrawan lokal Kalimantan Barat. Seperti Pradono, Redia Rosiantoro, Nanda Fitri dan lainnya. Pada akhir acara, dibuka sesi tanya jawab interaktif tentang buku tersebut dan mendapat apresiasi penuh dari peserta bedah buku.

Check Also

Sigondah: Meriam Dahsyat Peninggalan Kerajaan Mempawah

Oleh Kinanti Wulandari Hijau dan damai, kata yang dapat mewakili suasana di tempat ini. Suara burung-burung …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *