Home / Budaya / Tradisi Naik Tojang Masyarakat Mempawah

Tradisi Naik Tojang Masyarakat Mempawah

Oleh Faisol Arif

Mempawah–Pada saat bayi pertama kali mulai diayun maka diadakan upacara betumbang apam dan naik ayunan yang juga disebut dengan naik tojang. Adapun acara tumbang apam dengan cara mengukur bayi dengan apam yang dicocokkan pada pelepah kelapa kiri dan kanan sambil dibacakan surah Yasin dan diiringi dengan doa selamat, dan dilengkapi upacara yang disediakan pada prosesi naik ayun dengan pemasangan lambang pada tempat ayun berupa contengan kapur sirih. Adapun tempat-tempat yang dipasang antara lain :
1. Diatas ayunan dan diberi beberapa
perlengkapan terdiri dari 7 warna
a. Benang putih
b. Benang merah
c. Benang hijau
d. Benang hitam
e. Benang ungu
f. Benang coklat
g. Benang kuning

Semua benang diikat menjadi satu yang disebut dengan cindai, dan beberapa buah ketupat lemak. Lalu tata caranya adalah:
1. Lambang dipasang pada tiang ayunan
2. Lambang dipasang di bawah ayunan
3. Contengan kapur pada telapak kaki anak dan ibunya
4. Didalam ayunan diberi sapu lidi, ijuk
5. Anak lesung batu
6. Kain berwarna kuning

Sebelum memasukkan bayi ke dalam ayunan, didahului dengan memasukkan seekor kucing, sapu lidi dan anak lesung batu ke dalam ayunan, kemudian barang-barang yang ada di dalam ayunan dikeluarkan dan dibersihkan dahulu barulah bayi dimasukan oleh dukun ke dalam ayunan untuk ditidurkan. Untuk ayunan bayi sendiri berupa kain kuning yang ditali ayunan pada sambungan tali dengan kain digantung pisang dan cabe. Di bawah ayunan diisi dengan air putih di dalam botol ditulis dengan Lam Jelalah (lam alif) pada dua sisinya.

Check Also

Karman: Kita Merasa Sangat Puas dengan Kinerja Dewan Juri

Oleh Mariyadi MABMonline.org, Sambas—Karman, ketua panitia Festival Seni Budaya Melayu (FSBM) ke-IX, merasa puas dengan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *