Home / Budaya / Upacara Adat Tepong Tawar Melayu Pontianak

Upacara Adat Tepong Tawar Melayu Pontianak

Sinopsis :
Ta
ta Laksana Upacara Adat Tepong Tawar Melayu Pontianak
GUNTING RAMBUT”

Assalamu’alaikum hadirin hadirat sekalian,
Puji syukur kehadirat Khalikulrahman,
Shalawat dan salam selalu kita sampaikan,
Keharibaan Baginda Rasul Akhirruzzaman.

Masjid Sultan awalnya kota,
Terletak di tepi sungai bercabang tiga,
Izinkan kami berucap kata,
Amanah diberikan MABM kota.

Intan Permata menghiasi puadai,
Diikat emas pula suasa,
Bukan kami cerdik dan pandai,
Hasrat mengangkat Budaya Bangsa.

Banyak kayu perkara kayu,
Kayu Eru ditepi bukit,
Tidakkan hilang Adat melayu,
Sebelum tertangkup bumi dan langit.

Corak insang beragam warna,
Tenunan asli kita lestarikan,
Ingin mengangkat budaya bangsa,
Upacara adat tepung tawar kami tampilkan.

Tepung tawar diatas dulang,
Resam adat suku melayu,
Seni cemerlang, melayu gemilang,
Tema: Festival Seni Budaya Melayu.

  • Tepung tawar adalah salah satu kebiasaan adat yang paling utama didalam masyarakat (puak) melayu, dipergunakan hampir didalam semua upacara baik perkawinan, khitanan, gunting rambut. upah-upah (orang yang selamat dari marabahaya atau perjalanan), maupun pindah rumah atau menempati rumah baru.
  • Upacara adat tepung tawar yang hendak diketengahkan ini ialah adat tepung tawar Gunting Rambut, menurut adat istiadat masyarakat budaya melayu khusus kota Pontianak. Yang dikatakan orang melayu itu indah. Mereka yang beragama islam, yang berbahasa sehari-harinya bahasa melayu dan yang melaksanakan adat istiadat budaya melayu.
  • Pada lazimnya pelaksanaan upacara GUNTING RAMBUT ini dilakukan apabila seorang anak (Putra atau putri) belum sampai berumur 40 hari. Bagi orang tua yang akan melaksanakan upacara gunting rambut selalu memilih bulan tahun hijriah seperti bulan rabiul awal (maulud) yang disebut masyarakat melayu bulan empat sename.
  • Gunting rambut merupakan acara tunggal yang tidak ada tahap-tahapnya. Upacara inii dapat diselenggarakan secara khusus. Namun dewasa ini upacara gunting rambut biasanya diikuti (ditumpangkan) pada upacara tradisional yang lain terutama pada acara pernikahan.
  • Adapun upacara gunting rambut ini diselenggarakan untuk mengikuti sunah nabi Muhammad SAW. Sunah merupakan perkataan atau perbuatan Baginda Rasul SAW. Siapa yang mengikuti sunah ini mendapat pahala dan yang meninggalkannya tidak mendapat dosa.
  • Upacara dimulai dengan pembacaan Al-Barzanji. Isi dari pada bacaan AI-Barzanji adalah Riwayat atau sejarah Baginda Nabi Muhammad SAW. Kalimat dalam kitab Al-Barzanji ini tersusun indah dan bersifat puitis.
  • System pembacaannya dibagi atas dua bagian yaitu Bagian As-Salam Yang dibacakan sambil duduk dan bagian Asyrakal yang dibaca sambil berdiri, dan diiringi dengan pukulan Tar (Rebana) atau tampa bunyi-bunyian.
  • Pada pembacaan AsyrakaI. semua hadirin berdiri dan ketika itu pula putra atau Putri yang akan digunting rambutnya digendong keluar oleh Ibu(bapaknya), diringi dua orang perempuan (laki-laki) membawa talam (baki) yang berisi perlengkapan (kahlatan) upacara.
  • Penguntingan rambut dimulai oleh tetua (tamu-tamu) yang dipandang paling terhormat kemudian diikuti oleh tamu-tamu lain di datangi (didekati) oleh pengendong anak itu berganti-ganti kesebelah kiri kanan dari yang mengunting pertama sampai diperoleh jumlah yang dikehendaki dengan hitungan ganjil. Kemudian daripada itu setiap yang mengunting mendapatkan setangkai pokok telur sebagai tanda ingat dari pemangku adat.

Adapun kahlatan (peralatan) dan perlengkapan Tepong Tawar Upacara Gunting Rambut terdiri dari:

  1. 1 (satu) buah Ceper/Talam yang berisikan
  2. Minyak Bau yakni sejenis wewangian yang diolah dari minyak kelapa dan rempah-rempah campurannya.
  3. Bereteh (Bertik) berupa padi yang digoreng tanpa minyak sehingga berwarna putih.
  4. Beras Kuning yaitu Beras diramas dengan kunyit hingga berwarna kuning.
  5. Tepong tawar adalah tepong yang terbuat dan beras yang digiling halus dan dicampur sedikit kunyit (sebagai pewarna) serta thaduk hingga berwama kuning, kemudian ditempatkan di dalam bokor. Disebut tawar, karena sebagai penepok atau penepasnya yang terdini dan daun-daunan sebanyak T-iga, lima atau Tujuh jenis daun yang disebut PENAWAR (TAWAR). Lazimnya daun-daunan yang digunakan terdini dan lima jenis daun karena mudah didapat dan rnakna atau tamsilnya ialah:
  • Daun SENTAWAR ditamsilkan sebagai penawar segala yang berbisa atau yang beracun (Pengobat bias racun sembilu)
  • Daun SEDINGIN bermakna sebagai penyejuk hati (agar penyakit segera berlalu/sembuh).
  • Daun GANDARUSA penolak segala penyakit dari luar buatan orang atau pengusir setan tembalang.
  • Daun ATI-ATI bermakna atau melambangkan bersikap hati-hati, cermat dan teliti dalam segala hal.
  • Daun AKAR RIBU-RIBU, akarnya liut kuat tertambat, tumbuhnya menjalar (merambat) ditamsilkan apabila putra atau putri menginjak dewasa akan bersikap tawakal menghadapi cobaan dengan tekad yang kuat.

Kelima daun tersebut diikat menjadi satu dengan kain kuning, yang digunakan sebagai penepong (penepas) tawar.

B.    1 (satu) buah Ceper/Talam berisikan : sebuah gunting dan sebuah Kelapa Muda yang tampoknya diukir bintang dan air kelapanya dibuang, diganti dengan air bunga tujuh atau lima jenis yang beraroma wangi-wangian. Serta sebatang lilin kuning yang dinyalakan. ini ditamsilkan bahwa kelak meningkat dewasa/remaja putra atau putri yang digunting rambutnya senantiasa terang hatinya dalam mengikuti pendidikan dan berbudi pekerti yang berlandaskan iman dan taqwa.

Adapun tata-laksana GUNTING RAMBUT dimulai:

  1. Minyak bau dioleskan pada kening (Jidat). dibalik telinga kanan maupun kiri dan dileher dengan maksud agar terhindar dari perbuatan jahat atau gangguan syaitan jembalang.
  2. Menepung (menepas) Tawar dikepala dengan maksud agar segala niat jahat maupun rasa hasat dan dengki yang tersirat dihati, apa bila kelak putra putri telah dewasa tidak akan terlaksana, sebagai mana jenis daun-daun yang digunakan menepas atau menepung tawar.
  3. Penguntingan ujung rambut yang kemudian dibuang atau dimasukan kedalam mangkok kelapa yang telah diisi air bunga tujuh atau lima jenis, sebagai tamsil agar kelak putra putri yang digunting rambutnya disenangi oIeh masyarakat didalam pergaulan.
  4. Dilanjutkan dengan menabur Berteh (bertik) dan beras kuning pada tubuh sang anak yang pertanda isyarat agar dilindungi dari perbuatan jahat dari orang dengan memohon perlindungan kepada ALLAH Azawajalah.

Pada hakekatnya upacara GUNTING RAMBUT selain merupakan Sunattul Rasul, juga mengingatkan kita supaya selalu mentaati atau mematuhi segala perbuatan yang dilaksanakan oleh tetua leluhur turun temurun untuk mendapatkan keridhaan serta keselamatan putra-putri yang digunting rambutnya.

Demikian sekelumit penjelasan tata-laksana kahlatan (peralatan) dan makna (tamsil) dari upacara adat TEPONG TAWAR dalam prosesi upacara GUNTING RAMBUT ini ditampilkan sebagaimana yang didapat dari tetuah-tetuah adat istiadat melayu terdahulu, dan sehingga kini masih lazim dilaksanakan oleh masyarakat Melayu Pontianak.

Semoga penjelasan ini dapat menjadikan acuan dalam pelaksanaan pagelaran ADAT MELAYU PONTIANAK yang sudah tentu merupakan salah satu upaya kita untuk melestarikan adat tradisi dan budaya bangsa dengan maksud meningkatkan pembinaan, sadar serta cinta akan budaya bangsa khususnya daerah, selain mungkin dapat mengenalkan dalam meningkatkan promosi dan pemasaran pariwisata dengan keaneka ragaman budava.

Pada akhirnya :

Patah tidak dirangka tumbuh
Rupa bertunas dibalik dahan
Adat disukat hendaklah penuh
Kalau terkhilaf mohon dimaafkan

Bang taufik membeli kopiah
Untuk dipakai sembahyang waktu
Billahitaufik walhidayah
Assalamu ‘alaikum wr. wb.
Pontianak, Shafar 1434 H / Desember 2012

Dokumentasi Festival Seni Budava Melavu VIII Tahun 2012
Majelis Adat Budaya Melayu Kalimantan Barat Pontianak.

Check Also

Seminar Tradisi dan Sejarah Melayu di Kubu Raya

Oleh Gusti Iwan MABMonline.org, Pontianak — Pagi ini bertempat di Balai Kerja Majelis Adat Budaya Melayu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *