Home / Beranda / Upacara Adat Tepung Tawar Melayu Kapuas Hulu

Upacara Adat Tepung Tawar Melayu Kapuas Hulu

SINOPSIS
TATA UPACARA ADAT TEPUNG TAWAR
MELAYU KAPUAS HULU
“MELAYU BERMARWAH DI BUMI BERTUAH,
HIDUP DENGAN BERMUSYAWARAH UNTUK MENCAPAI KERIDAAN ALLAH”

Mabmonline.org — Tepung tawar sudah menjadi tradisi khas atau kebiasaan orang Melayu yang merupakan adat istiadat sejak zaman dahulu sampai sekarang, dapat digunakan dalam acara gunting rambut bayi, perkawinan, pindah rumah, khitanan dan mendapat rejeki yang banyak dan lain-lain.

Salah satunya adalah adat tepung tawar gunting rambut bayi. Menurut adat dan tradisi Melayu Kabupaten Kapuas Hulu, seorang bayi yang baru lahir mempunyai pantangan rambutnya digunting sebelum melalui acara ini, namun dalam pelaksanaan dibedakan atas dua macam, yakni ada yang dilakukan tanpa biaya, pada waktu selamatan kelahirannya digunting dalam ayunan dikarenakan kurang adanya kemampuan ekonominya, tetapi jika orang tuanya mempunyai kemampuan ekonomi pada lazimnya dilakukan dengan cara tepung tawar (serakalan), dengan 12 lagu yang berbeda setiap bait.

Adapun rangkaian acara ini sebagai berikut.

Pertama-tama dilakukan dengan pembacaan berzanji 18 shalawat dan do’a, dengan pembacaannya dilakukan secara bergiliran, pada malam hari sebelum hari pelaksanan gunting rambut (Serakalan). Kedua membaca albarzanji tiga shalawat dan shalawat ke-empat langsung dilakukan Serakalan sekaligus pelaksanaan pengguntingan rambut secara bergiliran yang dilakukan oleh sesepuh masyarakat/pemuka agama dan pemuka adat, 7 orang tua laki-laki dan tujuh orang tua perempuan juga disertakan dengan alat perlengkapan sebagai berikut:

  1. satu buah bukur berisi kelapa muda yang dipotong berbunga-bunga di bagian atasnya yang gunanya untuk menyimpan potongan rambut
  2. satu buah ciper/talam berisi air tepung tawar, beras kuning, dan sepotong besi.
  3. bunga rampai yang terdiri dari daun pandan, bunga kenanga, dan bunga yang wangi-wangian.
  4. bunga telur yang terdiri dari 14 buah dan uang dalam amplop yang dalam pelaksanaannya dibagikan sebagai ucapan terimakasih kepada yang mengunting rambut.
  5. beras kuning yang bercampur uang logam ditaburkan sebagai rasa kegembiraan kepada tamu yang hadir pada acara tepung tawar gunting rambut.

Kesimpulannya, tamu yang hadir memberi do’a restu kepada shobibul hajat, dengan niat semoga bayi menjadi anak yang soleh dan soleha, berbakti kepada orang tua, nusa bangsa dan agama sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.

 

Pantun

Membeli baju harus ditawar
Jangan dibeli terlebih dahulu
Tata Upacara Adat Tepung Tawar
Dari Kabupaten Kapuas Hulu

Wabillah hitaufiq wal hidayah wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Check Also

204 Pengurus MABM Kalbar Dilantik

Sebanyak 204 yang terdiri dari Dewan penasehat, Pemangku Adat dan Dewan Pengurus serta Biro di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *