Home / Beranda / Wapres Resmikan Perhelatan Tamadun Melayu I

Wapres Resmikan Perhelatan Tamadun Melayu I

Boediono: Forum Perkenalkan Kebesaran Sejarah dan Tamadun Melayu

Oleh: Gusti Iwan

MABMonline.org., Tanjungpinang — Perhelatan Tamadun Melayu I, Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) yang digelar Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau Jumat, 27 September 2013 di Rumah Dinas Gubernur Kepulauan Riau berlangsung meriah dan khidmat. Perhelatan ini digelar bertepatan dengan HUT ke-11 Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Wakil Presiden RI Boediono yang didampingi istri Hj. Herawati didaulat untuk memberikan alu-aluan sekaligus meresmikan Perhelatan Tamadun Melayu I yang diliput oleh berbagai media lokal, nasional, dan internasional.

Acara besar peradaban Melayu ini juga dihadiri Mendagri Gamawan Fauzi, Mendikbud M. Nuh, dan Presiden Dunia Melayu Dunia Islam Datok M. Ali Rustam. Sebelum Wapres menyampaikan alu-aluan Gubernur Kepri M. Sani menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh tamu di Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Pulau yang dikenal sebagai bunda tanah Melayu, kota gurindam, dan negeri pantun. Dalam sambutannya Gubernur Kepri M. Sani berucap, “Kami harus merajut kapal agar dapat merapat ke dermaga impian yang bernama kesejahteraan.” Gubernur Kepri pun menutup alu-aluannya dengan pantun Menjaga satu haluan, bersahabat satu negeri, mane yang baik bawalah pulang, mane yang buruk jangan dibawa pulang.

Wapres mengenakan pakaian adat Melayu dengan warna biru berdiri di podium. Wapres memulai alu-aluannya dengan pantun pembuka Sirih dilipat dicampur pinang, sirih dibawa dari Melaka, balas kata. Pergi ke rimba cari tekukur, kaki melangkah terhadang kayu, hamba bahagia serta bersyukur, di tengah pemuka adat Melayu. “Saya memberanikan diri untuk berpantun dihadapan hadirin sekalian karena saya tahu bahwa Kota Tanjungpinang ini dikenal sebagai kota gurindam dan negeri pantun,” seru Wapres saat usai melantunkan pantun.

Dalam alu-aluannya Wapres Boediono menyambut baik pelaksanaan Perhelatan Tamadun Melayu I yang mengambil tema “Kebesaran Sejarah dan Tamadun Melayu. Wapres juga menjelaskan bahwa arti penting tamadun adalah puncak prestasi peradaban Melayu. Bahasa dan sastra Melayu memiliki sumbangan paling penting bagi peradaban Melayu dan Indonesia. Sumbangan yang paling penting adalah dijadikannya bahasa Melayu sebagai bahasa Indonesia. Wapres berharap, “Perhelatan Tamadun Melayu I menjadi forum untuk memperkenalkan kebesaran sejarah dan tamadun Melayu kepada generasi muda untuk memperkuat ketahanan budaya kita di tengah arus globalisasi.”

“Festival ini juga dimaksudkan sebagai ajang bagi para seniman, budayawan, dan sejarahwan sebagai ajang kreasi dan kreatif dalam berseni untuk menggali, melestarikan, dan mengembangkan kekayaan khazanah kebudayaan Melayu sesuai tuntutan zaman. Menjadikan Kepulauan Riau sebagai pusat wisata Melayu serta membuat persaudaraan antarnegara rumpun Melayu.”

Di akhir alu-aluannya Wapres pun berpantun Bersama kita memotong padi, panen dibawa ke Pulau Sumatera, hamba berucap selamat hari jadi, masyarakat Kepri pasti makin sejahtera. Kepulauan Riau tempat bermukim. Tanah Melayu hendak dicita, dengan mengucap bismilahirahmannirrahhim, festival tmadun Melayu resmi dibuka. Selanjutnya, Wapres menabuh gendang besar sebagai tanda dibukanya Perhelatan Tamadun Melayu I di Tanjungpinang.

Setelah resmi Perhelatan Tamadun Melayu I dibuka oleh Wapres Boediono. Wapres beserta rombongan dari Jakarta dan tamu-tamu kehormatan dari Malaysia, Thailand, Singapura, utusan 14 provinsi di Indonesia dan 7 Kabupaten/Kota dari Kepulauan Riau disambut dengan tarian selamat datang oleh remaja-remaja putri yang berjumlah lima belas orang sembari membawa simbolisasi tepak sirih.

Check Also

Jepin Tali Bintang Pontianak Juara Tangkai Jepin

mabmonline.org , Sekadau – Jepin Tali Bintang yang dibawakan oleh grup jepin dari MABM Pontianak …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *