Home / Jurnalisme Warga / Warga Resahkan Pembuangan Sampah di Pinggir Jalan

Warga Resahkan Pembuangan Sampah di Pinggir Jalan

Penulis Edi Yanto

Pontianak – Pembuangan sampah di pinggir jalan raya Sungai Raya, tepatnya di depan panti jompo Kasih Bapa Desa Arang Limbung, Kabupaten Kubu Raya, meresahkan warga sekitar. Selain menimbulkan bau tak sedap, juga menganggu pemandangan. Demikian kondisi terakhir di TKP, Jumat, (1/3/13).

Pembuangan sampah di depan Panti Jompo Kasih Bapa itu sudah berlangsung bertahun-tahun. Akibatnya, warga yang berada di sekitarnya mengeluhkan bau tak sedap dari tumpukan sampah yang membusuk.

Namun, hingga saat ini Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Kubu Raya terkesan membiarkan kondisi tersebut. Buktinya, belum ada tindakan pembersihan maupun pelarangan membuang sampah di tempat itu.

Elia, Warga gang Mandiri, menyatakan, pembuangan sampah tersebut telah mencemari lingkungan sekitar.  Selain itu tumpukan sampah tersebut juga menjadi sarang nyamuk.

“Saya selalu menghirup udara tidak sedap ketika melewati tempat itu. Apalagi jika musim hujan seperti ini baunya menyengat. Belum lagi bau pabrik karet PT NKP,” keluh ibu tiga anak yang rumahnya tak jauh dari lokasi pembuangan sampah.

Dia mengungkapkan, pembuangan sampah di pinggir jalan Sungai Raya itu sudah berlangsung bertahun-tahun. Meskipun sudah dilarang oleh pihak desa maupun kecamatan, namun masih saja banyak warga yang membuang sampah di tempat tersebut.

“Warga sekitar sini malah tidak ada yang membuang sampah di situ. Justru yang banyak membuang sampah di situ warga dari luar desaArang Limbung di sore hari,” ujarnya menerangkan.

Elia menambahkan, biasanya tumpukan sampah itu sering dibersihkan dengan cara dibakar, ada juga yang diangkut dengan mobil pengangkut sampah milik pemerintah kabupaten. Namun, akhir-akhir ini sampah-sampah itu belum ditindaklanjuti, malahan semakin berserakan.

”Saya harapkan dinas terkait segera melakukan tindakan agar sampah-sampah yang sudah menumpuk dan membusuk itu segera dibersihkan atau membuatkan TPS,” harap wanita 40 tahun itu.

Saat wawancara di sebuah stasiun televisi swasta lokal, BupatiKubu Raya mengatakan, akan menegur dinas kebersihan untuk segera menindaklanjuti masalah itu. “Untuk sementara ini akan kita buatkan tulisan larangan serta berkoordinasi dengan desa dan dinas kebersihan serta para perusahaan yang ada di Arang Limbung untuk menangani tumpukan sampah di situ,” tegasnya.

Check Also

Menemukan Jati Diri sebagai Orang Melayu

Majelis Adat Budaya Melayu Kalimantan Barat (MABMKB) menjadi ikon masyarakat Melayu yang ada di Kalbar. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *