Home / Jurnalisme Warga / Wisata “Snorkeling” Pulau Temajok

Wisata “Snorkeling” Pulau Temajok

Oleh Nabu

Paloh–Hari begitu cerah, langit membiru, suara ombak tidak begitu besar silih berganti mendatangi kami. Semilir angin pantai yangberhembusan menerpa kami. Mata luas mamandang lautan yang membiru. Paloh terasa begitu syahdu. Damai.

Untuk mencapai tempat tujuan dari Paloh ke Desa Temajok kita cukup menempuh perjalanan kurang lebih dua jam. Dengan biaya sepeda motor Rp 25.000,00. Biaya penyebrangan Rp 10.000,00.

Kami pun tidak sabar untuk menikmati dunia bawah laut, yang katanya di pantai Atong mempunyai terumbu karang yang tidak kalah bagusnya dengan tempat lain. Kami pun menghampiri pengelola pantai Atong untuk menyewa peralatan nyelam. Kami dikenakan biaya Rp 10.000,00 untuk satu set peralatan nyelam, yang terdiri dari kaca mata penyelam, telapak bebek dan pelampung.

Sebelum menyelam penulis sendiri sempat wawancara pengelola Pantai Atong yang bernama Atong. Ia mengatakan, kalau hari libur pantai Atong ini ramai dikunjungi oleh anak-anak muda, ada juga rombongan keluarga, bahkan dari negara jiran Malaysia pun datang ke Pantai Atong. “Apalagi ini kan anak-anak SMA sudah usai melaksanakan ujian nasional, pasti mereka berbondong-bondong untuk datang kesini liburan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, sekarang fasilitas sudah agak memadai dari sebelumnya. bantuan yang didapat juga sudah banyak, salah satunya dari WWF dan Kecamatan. “Bahkan toko kecil ini kami dapat dari bantuan Kepolisian Sambas,” ungkapnya.

Ia berharap, bantuan untuk mengelola dan memfasilitasi tempat Wisata Pantai Atong ini jangan sampai berhenti di sini. Karena dengan adanya bantuan, kami sebagai masyarakat yang megelolanya bisa terbantu. “Bahkan kita bisa menambah berbagai fasilitas pendukung lainnya, supaya tidak kalah saing dengan wisata yang ada di Singkawang. tetapi yang bisa kami handalkan dan akan kami tingkatkan lagi adalah untuk wisata nyelamnya, supaya bisa menarik wisata manca negara,” tambahnya.

Setelah merasa cukup wawancara, penulis dan rombongan pun mencoba untuk melihat secara langsung dunia bawah laut itu. Tidak lagi menghiraukan panas yang menyengat kulit. Sekian lama kami menikmati snorkeling dan melihat-lihat ikan serta terumbu karang yang lumayan bagus. Perjalanan kami pun terbayar sudah dengan adanya Wisata Di Pantai Atong.

Check Also

Budaya Korea “Meledak” di Indonesia

Oleh : Ahmad Yani MABMonline.org, Pontianak — Pada era globalisasi saat ini faktor budaya merupakan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *